Berita Bireuen
Puluhan Kepala Madrasah di Bireuen Ditatar Tata Kelola Anggaran BOS
Puluhan kepala madrasah di Bireuen mengikuti sosialisasi tata kelola dana BOS di aula Kankemenag setempat.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Puluhan kepala madrasah di Bireuen mengikuti sosialisasi tata kelola dana BOS di aula Kankemenag setempat.
- Kegiatan menghadirkan Kajari Bireuen, Yarnes SH MH, yang menekankan pentingnya pengelolaan anggaran sesuai juknis agar tidak terjerat hukum.
- Dengan arahan ini, diharapkan kepala madrasah lebih transparan, akuntabel, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan melalui penggunaan dana BOS.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Puluhan kepala madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA, di Kabupaten Bireuen mengikuti sosialisasi tata kelola anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang digelar di aula Kankemenag Bireuen, Senin (27/4/2026).
Pertemuan ini menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Yarnes, SH, MH yang memberikan pencerahan terkait pengelolaan dana BOS agar lebih efektif, efisien, tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran.
Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli, SAg, MPd didampingi Kabid Pendidikan Madrasah, Anis, SAg, menegaskan, bahwa sosialisasi ini bertujuan agar kepala madrasah memiliki pemahaman yang jelas dan transparan dalam mengelola dana BOS.
Dengan arahan dari Kajari, diharapkan setiap madrasah mampu melaksanakan program inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Namun tetap berpedoman pada petunjuk teknis penggunaan dana BOS, serta tidak keluar dari sistem pengelolaan anggaran yang berlaku,” tukas Zulkifli.
Pada kesempatan itu, Kajari Bireuen, Yarnes, SH, MH menekankan pentingnya pengelolaan dana BOS sesuai aturan agar tidak menimbulkan masalah hukum.
Baca juga: Kemenag Bireuen Gandeng Polisi, Bekali Kepala Madrasah Pemahaman Hukum Terkait Pengelolaan Dana BOS
Ia mengingatkan bahwa setiap anggaran memiliki petunjuk teknis yang harus dipatuhi. Dengan mengenali hukum dan memahami tanggung jawab, kepala madrasah dapat menghindari jeratan hukum.
“Kenali hukum agar tidak terjerat hukuman, gunakan anggaran sesuai juknis yang telah diatur,” tegasnya.
Kasi Penmad, Anis, SAg menambahkan, bahwa kehadiran Kajari bersama pejabatnya memberikan arti penting bagi kepala madrasah karena mereka mendapat pencerahan langsung mengenai tata kelola dana BOS.
Sebelumnya, Kankemenag Bireuen juga pernah menghadirkan Kapolres Bireuen melalui Kasat Reskrim, AKP Dedy Miswar, SSos, MH, untuk memberikan arahan serupa.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kepala madrasah di Bireuen semakin memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan dalam pengelolaan dana BOS.
Baca juga: Korupsi Dana BOS Rp1,3 Miliar, Kepala Sekolah SMPN 1 Pallangga Ditahan, Terungkap Modus Tersangka
Hal tersebut tidak hanya menjaga integritas lembaga pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa dana BOS benar-benar digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan kesejahteraan peserta didik.(*)
kepala madrasah
Dana Bos
pengelolaan dana BOS
Kajari Bireuen
Kankemenag
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Lapas Bireuen Bantu Gerobak Usaha pada Keluarga Warga Binaan |
|
|---|
| Disdukcapil Bireuen Dipadati Warga, Mayoritas Urus Perubahan Desil |
|
|---|
| Calon Jamaah Haji Bireuen Dipeusijuk, Bupati Mukhlis Sampaikan Pesan Kesehatan dan Ibadah |
|
|---|
| Para Camat Bireuen Kenakan Pakaian Kebesaran Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Ini Pesan Mendagri |
|
|---|
| Jalan Elak Geudong Bireuen Berlubang, Membahayakan Pengendara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kajari-tatar-kepala-madrasah-soal-dana-BOS.jpg)