Berita Banda Aceh

Hingga Oktober, 197 Kasus DBD Dilaporkan di Banda Aceh, Warga Diminta Jaga Kebersihan

"Usia paling banyak penderita DBD diatas 15 tahun sebanyak 93 kasus, lonjakan kasus terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2024," kata Lukman.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
KOMPAS.COM
Nyamuk penyebab DBD 

"Usia paling banyak penderita DBD diatas 15 tahun sebanyak 93 kasus, lonjakan kasus terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2024," kata Lukman saat dikonfirmasi.

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mencatat sejak Januari hingga Oktobwr 2024, sebanyak 197 kasus Demam Berdarah atau Demam Dengue (DBD) dilaporkan, Senin (14/10/2024).

Kadinkes Kota Banda Aceh, Lukman SKM MKes mengatakan, jumlah kasus tersebut jika dibandingkan dengan tahun lalu kasus DBD terjadi penurunan.

Dimana pada tahun 2023 ada 269 kasus DBD yang dilaporkan.

"Usia paling banyak penderita DBD diatas 15 tahun sebanyak 93 kasus, lonjakan kasus terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2024," kata Lukman saat dikonfirmasi.

Untuk menekan jumlah kasus tersebut, pihaknya melakukan hanya pada kasus positif DBD saja dengan radius 200 meter dari rumah penderita.

Kemudian, petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya DBD oleh puskesmas.

Survei jentik berkala dan pemberian bubuk abate oleh kader jumantik gampong rutin dilaksanakan.

Baca juga: Cegah Penyebaran DBD, Puskesmas Sukakarya Sabang Lakukan Fogging

Tak hanya itu, pihaknya juga  koordinasi dan verifikasi kasus DBD dengan seluruh rumah sakit di Kota Banda Aceh.

"Kita melakukan penyelidikan Epidemiologi untuk mecari kasus DBD dan perindukan nyamuk di sekitar penderita DBD di gampong oleh surveylans Puskesmas," ungkapnya.

Selain itu, memasuki puncak musim penghujan, ia mengimbau agar masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan Gotong royong pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus.

Dimana masyarakat diminta menguras/membersihkan penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

"Hal itu penting dilakukan agar dapat menjadi sarang nyamuk DBD, serta menghindari gigitan nyamuk," pungkasnya.(*)

Baca juga: Aduh! Kasus DBD Meningkat di Sabang, Sudah 16 Pasien Terinfeksi, 1 Meninggal Dunia Saat Ditujuk


 
 
 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved