Cahaya Aceh
Menikmati Sejuknya Udara di Puncak Geurutee Aceh Jaya Sambil Memandang Birunya Samudera Hindia
Dari atas puncak Gunung Geurutee, pengunjung bisa langsung menikmati hamparan pasir putih nan bersih dan lautan luas dengan air berwarna biru.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Daerah Aceh memang dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang indah.
Baik di dataran tinggi maupun pesisir, keduanya memberikan pemandangan yang begitu memanjakan mata.
Namun pada umumnya, untuk bisa menyaksikan pesona keindahan alam di pegunungan atau lautan, para wisatawan biasanya harus mengambil pilihan untuk mengunjungi salah satunya.
Tetapi akan berbeda jika mengunjungi Puncak Geurutee. Di sini pengunjung bisa menikmati kedua penorama tersebut secara bersamaan.
Ya, Puncak Gunung Geurutee merupakan salah satu destinasi wisata Aceh yang cukup favorit.
Lokasinya terletak di perbatasan antara Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Besar, tepatnya berada di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Jaraknya sekitar 71 Km dari Kota Banda Aceh.
Ada banyak hal yang bisa dinikmati dari lokasi wisata ini, baik bagi pengunjung yang singgah maupun hanya sekedar melewatinya.
Destinasi Puncak Gunung Geurutee sebenarnya merupakan lintasan jalan nasional menuju kawasan barat selatan Aceh.
Namun karena keindahannya, daerah ini kemudian dijadikan sebagai tempat wisata dan selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
"Lokasi wisata yang dikunjungi saat saat awal-awal tiba di Aceh," ujar M Harry Alvandry (27).
Pria asal Pekanbaru ini mengaku sudah beberapa kali mengunjungi puncak Gunung Geurutee sejak ia dimutasi dari pekerjaannya ke Aceh.
Ketertarikannya untuk terus mengunjungi lokasi wisata alam itu adalah keindahan alamnya.
Menurutnya, pesona yang di tawarkan oleh Puncak Geurutee dapat menghilangkan rasa lelah dan penatnya setelah terus-menerus bekerja.
"Dari atas puncak, disuguhkan pemandangan hamparan laut yang cukup indah. Udaranya disana juga sejuk. Jadi tempat healing yang bagus, cocok untuk kita yang lelah setelah bekerja seminggu penuh," jelas Harry.
Sejuknya udara khas pegunungan di Puncak Geurutee
Wisata Puncak Gunung Geurutee diambil dari nama gunung di lokasi tersebut, yaitu Gunung Geurutee.
Sebagai destinasi yang berada di wilayah puncak, wisata ini tentunya menyuguhkan suasana khas pegunungan dengan hijaunya hutan alam dan udara yang sejuk.
Kesejukan ini bisa dirasakan mulai saat menaiki pegunungan Geurutee hingga berada di puncaknya.
"Beberapa kali sudah main ke Puncak Geurute dan selalu memilih naik motor. Kalau naik motor bisa nikmati sensasi kawasan gunung dan udaranya juga. Udara di Geurutee ini sejuk dan segar sekali. Buat pikiran jadi fresh lagi," ujar Syita (26), warga Barabung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai informasi, sebelum sampai di puncak Gunung Geurutee, para pengunjung yang bergerak dari Kota Banda Aceh harus melewati dua pegunungan, yaitu Gunung Paro dan Gunung Kulu yang berada di Kecamatan Lhong, Aceh Besar.
Gunung Geurutee, Gunung Kulu, dan Gunung Paro, ketiganya merupakan bagian penting dari hutan Ulu Masen yang dinobatkan sebagai salah satu hutan penyuplai oksigen untuk Aceh, Indonesia, hingga dunia.
Jadi kebayang bukan bagaimana sejuk dan bersihnya udara di kawasan ini?
Baik bagi pengendara maupun pengunjung yang datang di destinasi ini perlu berhati-hati.
Selain karena jalan yang sempit dan juga berkelok, kawasan ini juga memiliki jurang yang sangat dalam.
Namun jurang tersebut berbatasan langsung dengan bibir pantai Samudera Hindia.
Sehingga dari atas puncak Gunung Geurutee, pengunjung bisa langsung menikmati hamparan pasir putih nan bersih dan lautan luas dengan air berwarna biru.
Ditambah lagi gugusan pulau-pulau kecil yang tampak hijau dari kejauhan, semakin membuat mata enggan untuk berpaling.
"Ga cuma lihat bentangan hijau-hijau hutannya, sepanjang jalan kita juga bisa menyaksikan hamparan laut. Rasanya benar-benar bikin tenang," ungkap Syita.
Bermain dengan satwa liar
Tak hanya dimanjakan dengan pemandangannya yang indah, di lokasi wisata ini pengunjung juga bisa menemukan satwa hingga berinteraksi dengan mereka.
Ialah Siamang, kera hitam berlengan panjang yang hidup di pohon-pohon sekitar tempat wisata.
Biasanya mereka ditemukan bergelantungan di pinggir jalan atau di warung-warung sekitar lokasi.
Kera ini dikenal jinak dan tidak mengganggu, sehingga banyak pengunjung yang sering membawakan makanan untuk diberikan satwa ini.
"Menurut saya dia jinak. Dia datangi pengunjung karena lapar. Kalau diusir atau didekatin dia tenang aja, gak kasar," ujar Syita yang sudah beberapa kali bertemu dengan Siamang saat mengunjungi Puncak Geurutee.

Selain Siamang, juga terdapat monyet yang menjadi penunggu di sepanjang jalan lintasan di kawasan Gunung Geurutee.
Kehadiran monyet-monyet ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
Meski hidup di alam lepas dan liar, namun monyet di kawasan ini sudah terbiasa berinteraksi dengan wisatawan yang berkunjung setiap hari.
Sehingga pengunjung tak perlu takut untuk memberikan sedikit makanan kepada mereka.
Menikmati aneka kuliner
Di Puncak Gunung Geurutee, pengunjung juga bisa menikmati aneka kuliner yang dijajakan para pedagang di warung-warung mereka.
Warung-warung ini berdiri berjejer di sepanjang jalur lintasan Kawasan Puncak Geurutee dengan keunikan desain tersendiri.
Para pengunjung yang singgah di warung tersebut bisa memilih duduk dengan view pemandangan laut dan pantai, atau menghadap gunung sambil mencicipi hidangan mulai dari kopi, es kelapa muda, hingga mi khas Aceh.
Dengan semua keindahan dan kenikmatan itu, tak heran jika Puncak Geurutee menjadi objek wisata yang tak pernah sepi pengunjung, khususnya pada akhir pekan.
Bahkan jika libur panjang, petugas dari Kepolisian sampai terjun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan ini agar tertib dan mencegah kemacetan panjang.
Untuk menuju lokasi wisata Puncak Geurutee di Aceh Jaya, hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam dengan kendaraan dari Kota Banda Aceh.
Jika ingin suasana yang lebih tenang, bisa memilih mengunjunginya pada hari efektif.
Selain pengunjung yang tidak terlalu padat, pada hari-hari efektif jumlah kendaraan juga cenderung sedikit sehingga arus lalu lintas di kawasan puncak lebih lancar. (serambinews.com/yeni hardika)
CEK ARTIKEL LAINNYA TENTANG WISATA ACEH DI SINI
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Cahaya Aceh
Pesona Puncak Geurutee
Puncak Geurutee
Geurutee
Samudera hindia
wisata aceh
Serambinews
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Aceh Jaya
Duta Besar Belanda dan Konjen Jepang Kagumi Museum Tsunami Aceh |
![]() |
---|
Museum Keliling Masuk Sekolah, Alternatif Edukasi Kesadaran Mitigasi Bencana |
![]() |
---|
Selama Enam Bulan ke Depan, BPBA dan Disbudpar Aceh Gelar Pameran Kebencanaan |
![]() |
---|
Menyusuri Sabang, Surga Bahari di Ujung Barat Indonesia |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 di Aceh Utara Meriah, Acara Hingga Besok, Gubernur Mualem Tabuhkan Rapai Pasee |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.