Berita Banda Aceh
Penumpukan Material Pasir Jadi Faktor Utama Meluapnya Air Sungai ke Permukiman
Salah satunya kata dia, penumpukan Pasir di muara laut di kawasan Seruway, Aceh Tamiang yang membuat proses pengerukan Pasir terkendala.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Nara Setia mengatakan, bahwa penumpukan material Pasir di kawasan sungai menjadi salah satu penyebab meluapnya air sungai ke pemukiman masyarakat.
Salah satunya kata dia, penumpukan Pasir di muara laut di kawasan Seruway, Aceh Tamiang yang membuat proses pengerukan Pasir terkendala.
“Karena sekarang izinnya harus ke provinsi. Jadi kalau pasang laut, air tidak bisa lewat. Sehingga debit air sungai semakin tinggi dan tidak bisa dibuang ke laut akibat penumpukan Pasir yang terjadi,” kata Nara kepada Serambi, Kamis (17/10/2024).
Dia melihat, hampir semua lokasi kabupaten/kota d Aceh yang terjadi banjir, rata-rata terjadi penumpukan material pasir di kawasan sungai. Seperti Aceh Tenggara, bahkan material batuan terbawa banjir ke pemukiman warga.
“Di Aceh Tenggara malah hampir 7 kilometer terjadi pendangkalan pasir. Jika dibandingkan dengan pemukiman penduduk, lebih tinggi material pasir yang dibawa banjir dibanding rumah warga,” ungkapnya.
Meski saat ini intensitas hujan sedikit berkurang dan genangan banjir perlahan mulai surut, ia mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada. Lantaran Aceh biasanya puncak musim penghujan terjadi pada pertengahan November 2024.
"Kita minta masyarakat dari pemerintah daerah tetap waspada. Hal ini untuk mengantisipasi terjadi korban jiwa dan kerugian akibat banjir yang terjadi," pungkasnya.
Baca juga: 20 Contoh Soal Latihan TKP SKD CPNS 2024, Pahami dengan Baik Agar Lulus
Baca juga: Jangan Langsung Sikat Gigi Saat Bangun Tidur, dr Zaidul Akbar Sarankan Lakukan Ini Dahulu
| Ekonomi Nelayan Kembang Kempis Kala Cuaca Buruk, Lembaga Adat Laot Dorong Pemerintah Cari Solusi |
|
|---|
| Lembaga Adat Laot Dorong Solusi Ekonomi Bagi Nelayan Aceh saat Cuaca Buruk |
|
|---|
| Barang dan Jasa di Aceh Naik 5 Persen |
|
|---|
| 2 Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Nilai Ekspor Kopi Aceh Turun, Hanya Capai Rp 440,99 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20241017wgn5.jpg)