Breaking News

Kasus Bullying Tinggi, USK Gandeng GEN-A Latih Psychological First Aid dan Komunikasi bagi Guru

Upaya ini dilakukan mengingat tingginya permasalahan mental anak-remaja. Kekerasan pada anak dan remaja di Indonesia masih menjadi...

Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Sebanyak 50 guru Pesantren Modern Al-Manar dan 20 orang guru SMA Teuku Nyak Arif Fatih Billingual School diberikan pelatihan intensif keterampilan Penanganan Pertama pada Luka Psikologis (Psychological First Aid) dan Komunikasi Antarpribadi, 21 Oktober 2024. 

SERAMBINEWS.COM – Sebanyak 50 guru Pesantren Modern Al-Manar dan 20 orang guru SMA Teuku Nyak Arif Fatih Billingual School diberikan pelatihan intensif keterampilan Penanganan Pertama pada Luka Psikologis (Psychological First Aid) dan Komunikasi Antarpribadi, 21 Oktober 2024.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama dengan mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru mendeteksi, menggali, dan menindaklanjuti permasalahan kesehatan mental siswa.

Upaya ini dilakukan mengingat tingginya permasalahan mental anak-remaja. Kekerasan pada anak dan remaja di Indonesia masih menjadi masalah serius, dengan dua dari tiga anak berusia 13 hingga 17 tahun mengaku pernah mengalami kekerasan.

Bentuk kekerasan yang dialami beragam, mulai dari kekerasan seksual (1 dari 17 anak), kekerasan emosional (1 dari 2 anak), hingga kekerasan fisik (1 dari 3 anak) (Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja, 2018).

Selain itu, perundungan (bullying) juga menjadi masalah yang signifikan, dengan 41,1 persen siswa di Indonesia melaporkan pernah menjadi korban (Riset Programme for International Students Assessment, 2018).

Perundungan ini berdampak pada kesehatan mental, emosional, dan akademis anak, membuat mereka lebih rentan mengalami masalah psikologis di masa depan. 

Pelatihan dilaksanakan dalam 4 sesi. Sesi Pertama Pengenalan Masalah Kesehatan Mental Remaja, disampaikan oleh Ns. Alfiatur Rahmi, S.Kep (Mahasiswa Magister Keperawatan USK). Ners Alfi membagi wawasan mengenai berbagai gangguan kesehatan mental yang umum dialami oleh remaja, termasuk stres akademik, kecemasan, depresi dan dampak dari peristiwa traumatik.

Guru diberikan pengetahuan tentang bagaimana mengenali tanda-tanda awal gangguan mental serta pentingnya memberikan dukungan emosional sejak dini. "Kata kata dari Alfi", jelas Alfi yg juga Wadir Pengembangan Internal GEN-A.

Sesi Kedua bertopik Pelatihan Psychological First Aid (PFA) yg disampaikan oleh dr. Tira Aswitama, M.Epid (Health Specialist UNICEF Indonesia). dr. Tira menekankan dukungan awal yang dapat diberikan kepada siswa yang mengalami krisis emosional berupa Look (melihat kondisi), Listen (mendengar aktif), Link (menghubungkan dengan bantuan).

PFA mengajarkan guru untuk merespon dengan empati, memberikan rasa aman, dan membantu siswa mengatasi stres secara positif sebelum masalah tersebut berkembang menjadi lebih serius. " Kata-kata dr. Tira" Jelas dr. Tira.

Pada sesi ketiga, peserta diberikan Pelatihan Keterampilan Komunikasi Antarpribadi (KAP) oleh dr. Imam Maulana (Trainer KAP). Melalui materi dan praktek, para peserta dilatih teknik-teknik dasar membangun keakraban dan mendorong teman bicara untuk bercerita.

Teknik dasar seperti memperkenalkan diri, mengingat nama, mencari simpul/kesamaan, mendengar aktif, obrolan santai, nonverbal yg nyaman, dan pertolongan kecil cepat dapat digunakan untuk membangun keakraban. Diikuti dengan metode DAK yaitu Dengarkan, Apresiasi, dan Klarifikasi untuk mendorong temen bicara agar lebih terbuka.
Metode GATHER (Greet, Ask, Tell, Help, Explain, Return) juga diberikan agar guru lebih terarah dalam memberikan bantuan awal psikologis bagi siswa.

Pada sesi terakhir, para guru bermain saling mempraktekkan keterampilan yg sudah di ajarkan melalui bermain peran (role-play) dan di dampingi oleh co-trainer. Setiap guru yg berperan menjadi siswa diberikan skenario dan berperan seperti korban bullying, kecemasan sosial, dan trauma keluarga. Sedangkan pasangan gurunya menjadi penolong.

Pelatihan ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru.
Ustadzah Ayu dari Pesantren Modern Al-Manar mengapresiasi atas pelaksanaan pelatihan ini, “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami belajar banyak tentang cara memberikan dukungan psikologis yang tepat untuk siswa yang membutuhkan. Terima kasih banyak atas ilmunya”.

Miss Susan, Kepala Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Billingual School, merasanya kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat. "Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai pendidik untuk lebih memahami dan siap menghadapi tantangan kesehatan mental yang dihadapi oleh siswa. Kami berharap dapat menerapkan metode yang telah dipelajari untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa kami, sehingga mereka bisa berkembang secara emosional dan akademis," ungkap Miss Susan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved