Breaking News

Cahaya Aceh

Mengulik Sejarah Kherkof Peucut di Aceh: Jejak Kolonialisme dan Perjuangan

Situs ini menyimpan jejak sejarah yang dalam, terutama terkait perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda

Editor: Agus Ramadhan
Mengulik Sejarah Kherkof Peucut di Aceh: Jejak Kolonialisme dan Perjuangan - Pintu-gerebang-masuk-kuburan-Kherkof-Peucut-di-Banda-Aceh.jpg
SERAMBINEWS.COM/SRI ANGGUN OKTAVIANA
Pintu gerebang masuk kuburan Kherkof Peucut di Banda Aceh
Mengulik Sejarah Kherkof Peucut di Aceh: Jejak Kolonialisme dan Perjuangan - Papan-informasi-sejarah-tentang-kuburan-Kherkof-Peucut-di-Banda-Aceh.jpg
SERAMBINEWS.COM/SRI ANGGUN OKTAVIANA
Papan informasi sejarah tentang kuburan Kherkof Peucut di Banda Aceh

Laporan Sri Anggun Oktaviana
 
SERAMBINEWS.COM - Kherkof Peucut adalah salah satu situs sejarah yang terletak di Banda Aceh, yakni makam bagi prajurit-prajurit Belanda yang tewas selama Perang Aceh (1873–1904).

Nama Kherkof berasal dari bahasa Belanda yang berarti "kuburan". 

Sementara Peucut merupakan julukan dari Teuku Panglima Polem Muhammad Daud, seorang pemimpin perang Aceh yang dikenal karena keberanian dan ketangguhannya dalam melawan Belanda

Situs ini menyimpan jejak sejarah yang dalam, terutama terkait perlawanan rakyat Aceh terhadap penjajahan Belanda yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
 
Perang Aceh sendiri merupakan salah satu perang kolonial terpanjang yang pernah terjadi di wilayah Hindia Belanda.

Saat itu, Belanda berusaha untuk memperluas pengaruh dan kekuasaannya di wilayah Sumatera, terutama di Kesultanan Aceh, dengan tujuan menguasai jalur perdagangan strategis di Selat Malaka.

Aceh, yang saat itu merupakan kerajaan Islam yang berdaulat, memiliki kekuatan militer yang kuat dan jaringan diplomatik dengan kekaisaran lain, seperti Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).

Papan informasi sejarah tentang kuburan Kherkof Peucut di Banda Aceh
Papan informasi sejarah tentang kuburan Kherkof Peucut di Banda Aceh (SERAMBINEWS.COM/SRI ANGGUN OKTAVIANA)

Hal ini membuat Belanda sulit untuk menaklukkan wilayah tersebut.
 
Tarmizi Abdul Hamid seorang Kolektor Naskah Kuno Aceh menceritakan, perang dimulai pada 26 Maret 1873, ketika Belanda mendeklarasikan perang terhadap Aceh.

Salah satu peristiwa penting pada masa awal perang ini adalah tewasnya Jenderal Kohler, salah satu pemimpin pasukan Belanda, dalam serangan yang dilakukan oleh pejuang Aceh di dekat Masjid Raya Baiturrahman.

Kekalahan awal ini menunjukkan betapa sulitnya bagi Belanda untuk menaklukkan Aceh, dan menjadi pertanda bahwa perang ini akan berlangsung lama dan menelan banyak korban.
 
Dalam upaya mengabadikan para prajurit yang tewas dalam perang ini, Belanda mendirikan Kherkof Peucut sebagai makam prajurit mereka yang gugur di Aceh.

Ribuan tentara Belanda, mulai dari perwira tinggi hingga prajurit biasa, dimakamkan di tempat ini.

Setiap nisan yang ada di Kherkof menjadi simbol dari banyaknya nyawa yang hilang selama perang yang keras tersebut.

Meskipun Belanda memiliki teknologi militer yang lebih maju, perlawanan rakyat Aceh, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Teuku Panglima Polem, sangat gigih dan berdarah-darah.
 
Meskipun Kherkof Peucut adalah tempat peristirahatan prajurit Belanda, masyarakat Aceh tetap menghormatinya sebagai bagian dari sejarah mereka.

Situs ini tidak hanya menjadi pengingat bagi pihak Belanda, tetapi juga menjadi simbol perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan tanah mereka dari penjajahan.

Peucut, sebagai salah satu panglima perang yang disegani, berperan penting dalam mengorganisir perlawanan rakyat Aceh, baik melalui jalur militer maupun diplomatik.

Meskipun pada akhirnya Aceh jatuh ke tangan Belanda, semangat perlawanan Aceh tetap ada hingga akhir.
 
Kini, Kherkof Peucut bukan hanya sekadar kuburan, tetapi juga situs sejarah yang penuh makna. Setiap makam dan nisan di Kherkof menjadi saksi bisu dari konflik besar yang membentuk sejarah Aceh dan Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved