Sabtu, 25 April 2026

Perang Gaza

Iran Ancam Israel di PBB, AS Peringatkan Teheran Agar tak Lanjutkan Serangan Balasan 

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan kepada dewan bahwa akan ada konsekuensi berat jika Teheran mengambil tindakan agresif lebih

Editor: Ansari Hasyim
AFP/TIMOTHY A. CLARY
Duta Besar Palestina untuk PBB, Karen Riyad Mansour, mengecam keras kunjungan pejabat Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa, dalam Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB. Sementara perwakilan tetap Israel untuk PBB, Gilad Erdan, justru mengecam rapat tersebut yang menurutnya menyedihkan dan tidak masuk akal. Rapat berlang- sung di Markas Besar PBB di New York City, Kamis (5/1/2023). 

Baghdad tidak mengizinkan wilayah darat atau udara Irak digunakan untuk menyerang negara lain, kata pernyataan pemerintah.

Bagdad ingin mengikuti kebijakan melindungi stabilitas regional dengan mencegah penyalahgunaan wilayahnya dalam konflik regional.

Tim Penyelamat di Gaza Utara Lumpuh Diserang Israel, Banyak Korban Sekarat di Bawah Reruntuhan tak Bisa Dievakuasi

Tim penyelamat di Gaza utara dan truk pemadam kebakaran terakhir yang tersisa di sana menjadi sasaran langsung tembakan Israel, dengan beberapa orang ditangkap atau hilang.

Pertahanan sipil Palestinian terpaksa menghentikan operasinya di Gaza utara sebagai akibat dari serangan Israel terhadap tim darurat dan truk pemadam kebakaran pada Rabu malam, menyebabkan wilayah tersebut tidak memiliki layanan kemanusiaan.

Badan tersebut mengatakan bahwa tiga anggotanya terluka dalam serangan udara yang ditargetkan Israel.

Dilaporkan juga bahwa pasukan Israel telah menahan lima petugas pertolongan pertama lainnya di daerah Sheikh Zayed dan membawa mereka ke lokasi yang dirahasiakan.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa tank-tank Israel menembaki satu-satunya kendaraan pemadam kebakaran yang tersisa di daerah tersebut sehingga menyebabkannya terbakar. 

Di Beit Lahia, dikatakan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan tiga anggotanya setelah mereka menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Israel, dan menambahkan bahwa nasib mereka tidak diketahui.

“Pekerjaan kami telah berhenti total di provinsi utara dan situasinya menjadi bencana besar di sana, dan warga di sana kini tidak memiliki layanan kemanusiaan,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa semua rumah sakit di wilayah tersebut, termasuk rumah sakit Indonesia, Al-Awda dan Kamal Adwan dikepung oleh pasukan Israel.

Direktur rumah sakit dilaporkan penembakan dan penembakan terus-menerus di sekitar rumah sakit, dengan pasukan Israel menargetkan siapa pun yang bergerak di dalam atau di sekitar fasilitas tersebut.

Dilaporkan sejumlah jenazah masih berserakan di jalan-jalan dan reruntuhan di Jabalia dan Beit Lahia dengan tim pertahanan sipil dan ambulans dicegah untuk menyelamatkan korban luka akibat tembakan Israel.

Staf medis juga mengatakan bahwa agresi Israel yang tiada henti telah menghalangi Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengirimkan pasokan medis atau melakukan evakuasi.

Seorang ahli bedah ortopedi Medecins Sans Frontieres (MSF) di rumah sakit Kamal Adwan melaporkan pada hari Rabu bahwa ada 30 orang tewas di dalam rumah sakit, dengan 130 pasien lainnya membutuhkan perawatan medis segera.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved