Keselamatan Supriyani Terancam, Mobil yang Sering Antar Ditembaki, Kasusnya Diduga Direkayasa

Peristiwa penembakan mobil yang mengangkut Supriyani terjadi di tengah penyelidikan kasus dugaan penganiayaan, yang kini menjadi sorotan publik. 

Editor: Amirullah
Kolase Tribunnews.com
Supriyani (37), guru honorer SDN 4 Baito, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, saat dimintai keterangan di kejaksaan. Dia dilaporkan memukul murid oleh orang tua siswa hingga ditetapkan tersangka dan ditahan. Ia tidak pernah mengakui adanya pemukulan tersebut. 

SERAMBINEWS.COM  - Keselamatan Supriyani guru honorer yang dituduh menganiaya siswa yang tak lain anak polisi kini terancam.

Mobil yang digunakan untuk mengantarnya menjadi sasaran tembak oleh pihak tak dikenal.

Peristiwa penembakan mobil yang mengangkut Supriyani terjadi di tengah penyelidikan kasus dugaan penganiayaan, yang kini menjadi sorotan publik. 

Berikut adalah kronologi lengkapnya:

Insiden diduga penembakan mobil dinas Camat Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sudarsono mengungkap fakta baru terkait guru Supriyani

Ternyata, selama ini mobil Daihatsu Terios itu sering ditumpangi guru Supriyani, saat menjalani sidang dugaan penganiayaan anak polisi di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan.

Fakta lain juga terungkap jika selama ini guru Supriyani ternyata tinggal di rumah dinas Camat Baito, Sudarsono. 

Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan guru Supriyani selama menjalani proses hukum di PN Andoolo. 

Keselamatan Supriyani yang Dituduh Aniaya Anak Polisi Terancam
Keselamatan Supriyani yang Dituduh Aniaya Anak Polisi Terancam, Mobil yang Sering Antar Ditembaki


Kuasa Hukum Guru Supriyani, Andri Darmawan mengungkapkan selama ini keberadaan kliennya di rumah sudah tidak kondusif. 

"Banyak telepon, banyak orang mau ketemu," ungkapnya dikutip dari tayangan Nusantara TV. 

Melihat hal itu, tim kuasa hukum berupaya mencari orang yang bisa membantu untuk mengamankan Supriyani serta mengawasinya.  

"Kami terimakasih pihak Kecamatan Baito mau memfasilitasi Supriyani ada (tinggal) di sini, untuk terlindungi, aman sampai proses sidang selesai," ungkap Andri. 

Terkait insiden diduga penembakan yang mengenai mobil dinas camat,  Andri bakal melaporkan kasus dugaan teror mobil itu ke polisi.  

"Tadi ini ada insiden, jadi mobil dinas Pak Camat Baito yang biasa dipakai untuk Supriyani dalam proses sidang diduga 'ditembak' dan ini kami sedang identifikasi,” katanya.

Insiden pecahnya kaca mobil yang sering ditumpangi Supriyani tersebut terjadi pada Senin (28/10/2024) sekira pukul 14.30 Wita.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved