Menuju Pilkada Aceh 2024

Debat Publik Kedua, Pengamat Sebut Bustami-Fadhil Lebih Menguasai Materi

Suasana debat awalnya masih berjalan normal. Namun mulai berubah alot ketika masing-masing paslon saling mengajukan pertanyaan.

|
Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Risman Rachman, pemerhati politik dan pemerintahan. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerhati politik dan pemerintah, Risman Rachman, mengomentari debat publik kedua yang berlangsung Jumat (1/11/2024) malam.

Debat antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 1 Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi dan nomor urut 2 Muzakir Manaf-Fadhlullah itu berlangsung di di The Pade Hotel.

Tema debat kedua tadi malam adalah 'Kesejahteraan dan Pelayanan'.

Debat disiarkan langsung oleh TVRI secara nasional, dan juga disiarkan secara live streaming di kanal Youtube KIP Aceh, Serambinews.com, dan juga Kompas.com.

Masing-masing paslon mengawali penyampaian pandangan masing-masing terkait tema debat menurut visi, misi dan program yang mereka usung.

Suasana debat awalnya masih berjalan normal, ketika masing-masing paslon menjawab pertanyaan yang diajukan panelis melalui moderator.

Namun mulai berubah alot ketika masing-masing paslon saling mengajukan pertanyaan.

Baca juga: Legal Opinion Terhadap Putusan PT-TUN Medan Yang Membatalkan Keputusan KIP Aceh Tamiang

Baca juga: MIFA Menjadi Pelopor Perlindungan Tenaga Kerja di Aceh Dari Sektor Pertambangan

Menurut Risman Rachman, bila disimak dari aspek penguasaan materi debat tadi malam, terlihat bahwa Paslon 01 Bustami-Fadhil terlihat lebih unggul.

"Paslon 01 terbilang lebih menguasai meteri, baik itu terkait kesejahteraan maupun pelayanan," kata Risman.

Dikatakannya, Bustami Hamzah sebagai calon gubernur, terlebih dahulu memaparkan peta pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2025-2029.

Mengutip prediksi IMF, Bustami menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di 5,1 persen.

"Bustami memandang penting mengetahui keadaan pertumbuhan ekonomi nasional karena secara langsung akan ikut mempengaruhi sumber pendapatan untuk membiayai pembangunan di Aceh,"  ujar Risman.

Dengan angka prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, sambung Risman, Bustami mengambil sikap untuk tidak begitu bergantung pada pembiayaan yang bersumber dari Pusat. 

Sebagai gantinya, Bustami-Fadhil mengajukan langkah penyertaan modal Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dalam berbagai pengelolaan blok migas. 

"Apa yang disampaikan Bustami itu selaras dengan apa yang pernah disampaikan oleh Jusuf Kalla (JK),"

"Menurut JK, kegiatan eksplorasi minyak dan gas Aceh sangat berpotensi meraup dana untuk daerah. Bahkan lebih besar dari yang dikucurkan Pemerintah Pusat," ujar Risman Rachman.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved