Minggu, 7 Juni 2026

Konflik Palestina vs Israel

Sosok Mohammad Sinwar, Adik Yahya Sinwar Jadi Pemimpin De Facto Sayap Militer Hamas

Adik mendiang bos Hamas Yahya Sinwar, Muhammad Sinwar, kini disebut menjadi pemimpin de facto sayap militer Hamas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
X/Twitter
Yahya Sinwar (Kiri) dan Muhammad Sinwar (Kanan) 


Namun pada tahun 1948 Keluarga mereka melarikan diri dari sebuah desa dekat Ashkelon dan mulai menetap di Gaza selatan. 

Ia bergabung dengan Brigade Al-Qassam sejak awal berdirinya pada tahun 1991 di Gaza, di awal karir ia sempat menjadi anggota Staf Umum.

Namun namanya muncul sebagai salah satu perencana utama Operasi “Shattered Illusion,” yang dianggap sebagai salah satu operasi paling berani dalam sejarah perlawanan Palestina.

Saat itu, operasi tersebut menargetkan situs militer Israel di dekat penyeberangan Kerem Shalom pada tanggal 25 Juni 2006, di sebelah timur kota Rafah di selatan Jalur Gaza.

Imbas operasi tersebut dua tentara Israel dilaporkan tewas, tak hanya itu Mohammad Sinwar juga berhasil melakukan penangkapan tentara Gilad Shalit.

Adapun penangkapan ini dimaksudkan untuk ditukar dengan lebih dari seribu tahanan Palestina dalam kesepakatan pertukaran bersejarah pada tahun 2011.

Prestasi militer tersebut yang kemudian meningkatkan status Mohammad Sinwar  sebagai komandan militer yang memiliki pengaruh besar di Brigade Izz al-Din al-Qassam.

 
Bahkan ia kerap menjadi target utama dalam daftar pembunuhan Israel, karena perannya dalam perencanaan dan pembunuhan. melakukan operasi serupa.

Baca juga: VIDEO Taktik Licik Operasi IDF di Laut Merah Bocor, Houthi Yaman Beri Peringatan Keras ke Israel

Pernah Diisukan tewas

Dikutip dari Telegraph, Mohammad Sinwar pernah dianggap tewas tahun 2014 silam.

Narasumber yang dekat dengan intelijen Israel (Mossad) menyebut Mohammad Sinwar tewas ketika IDF mengatakan telah membunuhnya dalam sebuah serangan di kompleks perumahan selama serangan udara selama tujuh minggu terhadap Hamas yang dikenal sebagai Operasi Protective Edge.

Namun sembilan tahun kemudian, serangan militer Israel mengungkap bukti bahwa ia mungkin masih hidup.

Tak berselang lama, pada 17 Desember 2023 sebuah video dirilis secara daring oleh tentara Israel yang menunjukkan Mohammad Sinwar masih hidup.

Dalam cuplikan video tersebut terlihat Mohammad Sinwar sedang bepergian dengan mobil melalui sebuah terowongan di dekat persimpangan Erez, di perbatasan utara antara Gaza dan Israel.

Pembuat Terowongan Terbesar Hamas

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved