Berita Lhokseumawe

PNL Luncurkan Aplikasi Penjualan Online

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran aplikasi SIPOLI. MUHAMMAD ARIFAI, Wakil Direktur PNL

Editor: mufti
DOK PANITIA
SEMINAR NASIONAL - Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Prof Iwan Syarif mengisi Seminar Nasional (Semnas) VIII, di Aula Lantai III Gedung Utama Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rabu (6/11/2024). 

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran aplikasi SIPOLI. MUHAMMAD ARIFAI, Wakil Direktur PNL

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWEPoliteknik Negeri Lhokseumawe (PNL) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Penjualan Online (SIPOLI) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Aplikasi itu diluncurkan dalam Seminar Nasional (Semnas) VIII di Aula Lantai III Gedung Utama PNL, Rabu (6/11/2024).

Semnas bertema “Tantangan dan Peluang Artificial Intelligence dalam Pendidikan Tinggi Vokasi: Perspektif Teknik, Sosial, dan Ekonomi” dihadiri oleh 154 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan perwakilan dari berbagai institusi eksternal. Ini  menandakan antusiasme yang tinggi terhadap perkembangan teknologi dan dampaknya dalam dunia pendidikan vokasi.

“Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran aplikasi SIPOLI,” ujar Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi PNL, Muhammad Arifai SE MAcc AK CPTT FIFRS, saat menyampaikan sambutan. Aplikasi ini merupakan hasil inovasi dari penelitian dan pengabdian yang dilakukan dosen PNL selama ini. 

Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung produk hasil penelitian dan pengabdian dosen, UMKM binaan, hasil kewirausahaan mahasiswa, serta kebutuhan masyarakat. Diharapkan mampu menjadi solusi digital yang memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ini adalah bukti nyata kontribusi PNL dalam mendukung digitalisasi dan memajukan ekonomi masyarakat,” ujar Mughammad Rifai. Semnas tersebut diisi Prof Iwan Syarif Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Ia memaparkan wawasan mendalam terkait integrasi AI di sektor pendidikan vokasi, menguraikan berbagai tantangan teknis dan peluang yang ada.

Kemudian, Syaryadi ST MBA, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, dan Rudi Hartono Senior Manager Operation & Manufacturing PT Kilang Pertamina Internasional. Acara tersebut dipandu dua moderator, Prof Dr Ir Indra Mawardi ST MT, Guru Besar Jurusan Teknik Mesin PNL, dan Dr Nelly Safitri, ST MEng Dosen Jurusan Teknik Elektro yang memandu jalannya sesi keynote speech dan diskusi panel.  

Sementara Ketua Panitia, Usman ST MEng PhD mengungkapkan, seminar ini bertujuan untuk memicu diskusi lintas disiplin dan merumuskan strategi implementasi AI dalam pendidikan vokasi. “Seminar ini menjadi wadah penting untuk menyatukan pemikiran dan solusi yang aplikatif dalam menghadapi tantangan AI,” jelas Usman.(jaf

 

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan 

Direktur PNL, Ir Rizal Syahyadi ST MEngSc IPM ASEAN Eng APEC Eng saat membuka seminar tersebut menekankan pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan) sebagai kekuatan pendorong dalam pendidikan tinggi vokasi. “Pendidikan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis,” ujar Direktur PNL.  

Tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence. “Penerapan AI dalam pendidikan vokasi memberikan tantangan sekaligus peluang besar untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” pungkas Rizal Syahyadi.(jaf)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved