Rabu, 27 Mei 2026

Kesehatan

Amankah Jika Pria Setiap hari Mengeluarkan Sperma, Apa Dampaknya Kesehatan?

Banyak mitos beredar di masyarakat mengenai ejakulasi setiap hari, mulai dari kehabisan sperma hingga masalah kesehatan serius.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Kompas.com
Ilustrasi sperma - Dampak Kesehatan Bagi Pria Jika Setiap Hari Mengeluarkan Sperma, Apakah Aman atau Justru Berbahaya? 

Jumlah sperma sedikit menjadi persoalan lain dalam kehidupan seksual pria. 

Rendahnya cairan sperma merupakan salah satu masalah kesuburan pada pria.

Sebagaimana diketahui, agar terjadi kehamilan, sperma harus bertemu dengan sel telur wanita hingga terjadi pembuahan.

Untuk memperbesar peluang kehamilan pasangan, kualitas dan jumlah sperma pria juga sangat berpengaruh.

Semakin banyak jumlah sperma, maka semakin besar peluang kehamilan yang terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagaimana dikutip dari Healthline menyebutkan, jumlah sperma pria dikatakan sehat jika memiliki 15 juta per mililiter (ml) atau setidaknya 39 juta per ejakulasi.

Itu artinya, jika memiliki kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani, maka dapat dianggap rendah .

Jumlah produksi sperma yang rendah perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Terlalu sedikit sperma dalam ejakulasi bisa memperkecil kemungkinan pasangan untuk hamil, karena lebih sedikit sperma yang tersedia untuk bisa membuahi sel telur.

Lalu apa yang menyebabkan pria memproduksi sperma lebih sedikit?

Penyebab rendahnya jumlah sperma seringkali tidak teridentifikasi.

Faktor risikonya bisa jadi karena pengaruh obesitas, pernah mengalami trauma atau pembedahan di dalam atau di sekitar testis, mengonsumsi obat-obatan tertentu hingga masalah medis lainnya.

Di luar itu, ada berbagai penyebab rendahnya kualitas sperma yang bisa dibedakan menjadi tiga kategori utama, yaitu:

1. Medis

Jumlah sperma yang rendah dapat disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan dan perawatan medis.

Melansir Mayo Clinic, beberapa penyebab yang bisa menurunkan kualitas dan jumlah sperma di antaranya termasuk:

  • Varikokel atau pembengkakan pembuluh darah vena yang mengalirkan testis.
  • Infeksi seperti epididimis (epididimitis) atau testis (orkitis) dan beberapa infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV  yang dapat mengganggu produksi atau kesehatan sperma.
  • Masalah ejakulasi
  • Antibodi yang menyerang sperma
  • Kanker atau tumor
  • Testis tidak turun
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Cacat pada bagian tubulus yang mengangkut sperma
  • Cacat kromosom
  • Penyakit celiac atau gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten
  • Pengaruh obat-obatan tertentu
  • Pengaruh operasi sebelumnya.

2. Lingkungan

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved