Berita Kutaraja

Aduh! 80 Persen Pelanggar Syariat Islam di Banda Aceh Adalah Mahasiswa, Mayoritas Anak Kos

“Mereka mahasiswa bukan asal Banda Aceh, itu yang mungkin datang kemari dan ngekos,” ujarnya.

|
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
SERAMBI/M ANSHAR
Anggota Satpol PP/WH Aceh bersama tim gabungan TNI/Polri melakukan razia penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh, Minggu (10/7/2024) dini hari. Dalam razia di sejumlah hotel dan kafe, petugas mengamankan tujuh pasangan non-muhrim, dua wanita dalam kondisi mabuk, serta puluhan botol minuman keras. 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Pemerintah Kota Banda Aceh, Faisal mengungkapkan, bahwa pelaku pelanggaran syariat Islam di ibu kota Provinsi Aceh itu didominasi oleh kalangan mahasiswa

“Benar, beberapa yang sudah kami razia, kita tangkap itu hampir 80 persen dari mahasiswa. Mereka tersebar di semua universitas ada,” kata Faisal.

Hal itu disampaikan Faisal usai menerima audiensi dari sekelompok mahasiswa yang menuntut Pemko Banda Aceh untuk menindak hotel-hotel yang melanggar syariat Islam, di kantor pemerintahan setempat, Kamis (14/11/2024). 

Menurut Faisal, fakta tersebut ditemukan pihaknya berdasarkan hasil razia rutin yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) di seputar kawasan Banda Aceh

Faisal juga menyebut, dari sejumlah mahasiswa yang diamankan, sebagian besarnya merupakan pendatang dari luar Banda Aceh dan juga dari luar Provinsi Aceh. 

“Mereka mahasiswa bukan asal Banda Aceh, itu yang mungkin datang kemari dan ngekos,” ujarnya.

Faisal menilai, faktor gaya hidup dan jauh dari orang tua diduga menjadi penyebab banyaknya mahasiswa di Banda Aceh yang terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran syariat Islam. 

“Maka dia terlalu bebas, dan melakukan hal-hal seperti itu (pelanggaran syariat Islam). Mungkin juga karena faktor kesusahan hidup, biaya lifestyle tinggi, itu bisa jadi,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Faisal, pihaknya bakal mengajak kampus-kampus yang ada di Banda Aceh untuk bekerja sama mengawasi mahasiswa dalam rangka penegakan syariat Islam di kota tersebut. 

“Akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk bekerja sama dengan universitas. Apa langkah-langkah yang bisa diambil untuk bisa bersama-sama menegakkan syariat Islam,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved