Senin, 13 April 2026

Kesehatan

Makan Daging atau Sayur saat Program Hamil Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak? Ini Kata dr Boyke

Program hamil kerap diwarnai berbagai tips dan metode, termasuk upaya memilih jenis kelamin calon bayi.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
TAULANY TV
Seksolog dr Boyke. 

SERAMBINEWS.COM - Program hamil kerap diwarnai berbagai tips dan metode, termasuk upaya memilih jenis kelamin calon bayi.

Salah satu yang kembali ramai diperbincangkan adalah pernyataan seksolog dr Boyke Dian Nugraha terkait pengaruh pola makan hingga waktu berhubungan intim terhadap peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan.

Dalam penjelasannya, dr Boyke menyebut bahwa jenis kelamin bayi pada dasarnya ditentukan oleh sperma.

Sperma dengan kromosom Y akan menghasilkan anak laki-laki, sementara sperma dengan kromosom X akan menghasilkan anak perempuan.

Menurutnya, kedua jenis sperma ini memiliki karakteristik berbeda.

Sperma Y disebut lebih kecil, bergerak lebih cepat, dan cenderung bertahan di lingkungan basa.

Baca juga: Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke

Sebaliknya, sperma X memiliki gerakan lebih lambat, tetapi lebih kuat dan mampu bertahan di lingkungan asam.

“Kalau ingin anak laki-laki, harus menyesuaikan dengan sifat sperma Y. Begitu juga jika ingin anak perempuan,” jelasnya.

Pola Makan Disebut Berpengaruh

dr Boyke mengungkapkan, pasangan yang sedang menjalani program hamil dapat mencoba mengatur pola makan selama sekitar tiga bulan.

Untuk mendapatkan anak laki-laki, pria dianjurkan lebih banyak mengonsumsi daging, sementara wanita memperbanyak sayur-sayuran.

Hal ini dikaitkan dengan kondisi tubuh dan lingkungan reproduksi yang dianggap lebih basa, sehingga dinilai mendukung sperma Y.

Baca juga: Waspada! Ini Alasan Pedofilia Sangat Berbahaya bagi Anak, dr Boyke: Trauma Bisa Seumur Hidup

Sebaliknya, jika menginginkan anak perempuan, pola tersebut dibalik.

Pria disarankan lebih banyak makan sayur, sedangkan wanita mengonsumsi lebih banyak daging agar kondisi tubuh dan vagina menjadi lebih asam, yang disebut lebih cocok bagi sperma X.

Waktu Berhubungan Juga Jadi Faktor

Selain pola makan, waktu berhubungan intim juga disebut berpengaruh.

Untuk peluang anak laki-laki, hubungan intim dianjurkan dilakukan tepat saat masa ovulasi, ketika sel telur dilepaskan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved