Berita Kutaraja

AJI Banda Aceh Gelar Pelatihan Cek Fakta Pilkada 2024, Ajak Jurnalis Suarakan Isu Kelompok Marjinal

AJI Banda Aceh juga mendorong jurnalis dan media melakukan cek fakta informasi, terutama isu marginal yang sering ditemukan pada momen Pilkada.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Para jurnalis sedang mengikuti pelatihan Cek Fakta Pilkada Aceh 2024, di AJI Banda Aceh, Minggu (17/11/2024). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar pelatihan untuk sejumlah jurnalis dalam rangka memperkuat pemberitaan yang inklusif menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MJC AJI Banda Aceh pada 15-17 November 2024 itu, bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menyuarakan isu-isu kelompok marginal, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, dan komunitas adat yang kerap terpinggirkan dalam demokrasi.

Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir mengungkap pentingnya peran jurnalis dalam menciptakan ruang demokrasi yang adil dan inklusif. 

“Pilkada bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga memastikan suara setiap warga negara, termasuk mereka yang berada di kelompok marjinal harus didengar dan diperhitungkan,” ujarnya. 

AJI Banda Aceh juga mendorong jurnalis dan media melakukan cek fakta informasi, terutama isu marginal yang sering ditemukan pada momen Pilkada.

Pelatihan bertema ‘Cek Fakta Pilkada Aceh 2024’ itu menghadirkan tiga narasumber.

Mereka adalah, Juli Amin (Korwil Sumatera AJI Indonesia), Syifa Urrachmah, (guru dengan disabilitas), dan Raihal Fajri (Direktur Katahati Institute).

Juli Amin memberikan penguatan materi mencakup teknik menggali narasi-narasi para calon Gubernur Aceh perihal kelompok marginal, menghindari stigma dalam pemberitaan, serta cara memanfaatkan data guna mendukung isu-isu relevan.  

“Karena selama ini isu-isu terhadap kelompok marjinal kerap dimanfaatkan sebagai topik dalam berkampanye, sehingga media didorong untuk menyajikan fakta sebenarnya. Tidak hanya terpaku pada pernyataan politik,” katanya.

Sementara, Syifa Urrachmah mengatakan, selama ini isu marginal terkait disabilitas hanya menjadi pemanis citra politisi saat musim kampanye. 

“Disabilitas kayak alat yang dijadikan untuk Pilkada. Janjinya pasti nanti disabilitas kami rangkul, dikasih pekerjaan, dan diberi akses pendidikan. Tapi faktanya tidak ada,” ungkapnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved