Menuju Pilkada Aceh 2024

Visi Misi Bustami-Fadhil di Debat Ketiga Ingin Tuntaskan Persoalan Korban Konflik Aceh

Bagi Om Bus, perdamaian ini harus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Itu yang menjadi esensi penting dari perdamaian.

Editor: IKL
Serambinews.com
Manager Debat Paslon No 01, Hendra Budian, dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Sabtu (23/11/2024). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 1, Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi, telah memiliki solusi kongkret untuk menuntaskan persoalan korban konflik di Aceh.

Solusi itulah yang sebelumnya ingin disampaikan Bustami-Fadhil pada debat ketiga, Selasa (19/11/2024) lalu, yang batal terlaksana karena adanya kerusuhan.

Hal ini diungkapkan Manager Debat Paslon No 01, Hendra Budian, dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Sabtu (23/11/2024).

Hendra mengungkap, Om Bus dan Syech Fadhil sudah sangat siap menghadapi debat terakhir tersebut. Keduanya sangat menguasai topik dan juga sudah memiliki solusi-solusi konkret yang akan disampaikan kepada publik.

Salah satunya terkait penuntasan persoalan yang dihadapi para korban konflik di Aceh.

“Karena bagi Om Bus, perdamaian ini harus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan. Itu yang menjadi esensi penting dari perdamaian, bukan hanya lempar-lempar merpati seperti itu,” kata Hendra.

Hendra menyebutkan, ada sekitar enam ribu lebih jumlah korban konflik di Aceh. Data itu dikumpulkan oleh KKR Aceh dan itu sudah diparipurnakan di DPRA. Namun sayangnya, hingga kini belum ada kejelasan bagaimana nasib mereka kedepan.

Baca juga: Tim Bustami Polisikan Muhammad Daud atas Dugaan Fitnah dan Penistaan di Debat Ketiga

Baca juga: VIDEO Ngeri! Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Hantam Dnipro Ukraina, Disebut Setara dengan Nuklir

Menurut Hendra, Om Bus sangat tidak setuju jika perdamaian Aceh yang sudah berumur 19 tahun ini hanya berjalan di tempat, yaitu hanya sebatas slogan dan diperingati dengan acara tahunan.

“Sudah cukup lama Aceh di era transisi dari konflik ke damai, masa transisi terus sudah 19 tahun. Jadi Om Bus bilang, ini ke depan adalah periode action,”

“Jadi enggak ada lagi analisis-analisis, ini sudah aksi. Ini nggak perlu lagi kita banyak bicara, ini saatnya kita melakukan aksi-aksi yang konkret,” tegasnya.

Hendra menegaskan, bahwa Om bus dan Syech Fadhil akan komit dan siap membackup kelanjutan dari enam ribu lebih data yang sudah dikumpulkan oleh KKR Aceh tersebut.

“Begitu Pilkada selesai. Insya Allah beliau diberikan amanah, ini akan menjadi skala prioritas. Om Bus dan Syech Fadhil ini pemikirannya unik. ‘Ureng ka jeut keu korban lam konflik, bek le jeut keu korban harapan palsu’,” tuturnya. 

“Beliau melihat juga misalnya soal eks kombatan, jangan ada lagi lah, ini eks kombatan, ini bukan eks kombatan. Tetapi semuanya harus sejahtera. Jadi semua kita tidak lagi membicara masa lalu, semua bicara masa depan,” imbuh Hendra.

Di sisi lain, ungkap Hendra, pada debat publik ketiga itu, Om Bus juga sudah sangat khatam menguasai topik terkait singkronisasi pembangunan.

Baca juga: DPP Jarkam Om Bus-Syech Fadhil Bantah Alihkan Dukungan

Baca juga: Cek Info BMKG, Bener Meriah Hingga Langsa Diprediksi Dilanda Hujan Sampai Tiga Hari Kedepan

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved