Citizen Reporter
Kacang Pool, Cita Rasa Arab di Meja Makan Rakyat Johor
Dari bangunan bersejarah hingga pasar malam yang ramai, Johor Bahru tidak pernah kehabisan daya tarik untuk dikunjungi.
Popularitas kacang pool ini telah melampaui batas-batas Negeri Johor dan menjadi pilihan favorit di berbagai daerah.
Namun, seperti halnya usaha kuliner yang sukses, Makpol menghadapi tantangan berupa tiruan. Ada pihak-pihak yang berupaya meniru hidangan ini dengan menggunakan nama serupa. Meski begitu, Makpol tetap percaya bahwa kualitas dan rasa adalah kunci yang membuat pelanggannya terus kembali ke warungnya.
“Sekarang sudah ada yang meniru hidangan ini dengan nama kacang pool Larkin. Namun, pelanggan tahu bedanya karena saya menggunakan herba dan rempah ratus yang dibuat sendiri,” katanya dengan penuh keyakinan.
Sosok yang peduli
Kesuksesan Makpol Kairun dalam dunia kuliner tidak hanya diukur dari popularitas kacang pool yang ia usung, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat. Sosoknya dikenal sebagai seorang pengusaha yang peduli pada mereka yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim.
Sejak bertahun-tahun, Makpol menjadi donatur tetap Rumah Anak Yatim Fitrah Qaseh. Sumbangannya yang rutin, termasuk pemberian bantuan pada setiap waktu zuhur, telah menjadi harapan besar bagi anak-anak di sana.
Makpol tidak hanya memberikan bantuan berupa dana, tetapi juga perhatian emosional. Ia sering mengunjungi anak-anak di rumah yatim tersebut, berbicara dengan mereka, dan memberikan dorongan semangat agar mereka memiliki keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
"Bagi saya, membantu anak-anak yatim adalah bentuk rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan," tuturnya.
Kepedulian Makpol tidak berhenti di Johor. Ia juga menjangkau anak-anak yatim di wilayah lain, termasuk Aceh, Indonesia. Makpol secara berkala memberikan sumbangan untuk mendukung kebutuhan hidup mereka, mulai dari makanan, pakaian, hingga pendidikan.
Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan seperti Temenggong Prihatin, Alumni Seri Temenggong (AST) untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Anak-anak yatim di Aceh memiliki tempat khusus di hati saya. Mereka telah melalui banyak kesulitan dan saya ingin berkontribusi meski hanya sedikit, agar mereka merasa ada yang peduli,” katanya dengan rendah hati.
Bantuan Makpol juga terlihat nyata selama pandemi Covid-19. Saat banyak orang kehilangan mata pencaharian dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, ia memberikan perhatian khusus kepada pelajar Institut Pendidikan Guru (IPG) Kampus Temenggong Ibrahim yang sedang terperangkap tidak bisa pulang ke kampung halaman.
Selama lebih kurang tiga bulan, Makpol aktif memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan harian kepada para pelajar tersebut. Baginya, pendidikan adalah salah satu kunci penting dalam membangun masa depan yang lebih baik sehingga ia merasa terdorong untuk mendukung mereka agar tetap fokus belajar meski di tengah situasi sulit.
Langkah-langkah kecil ini, bagi Makpol, adalah wujud tanggung jawab sosial yang harus dipikul oleh setiap orang yang diberkahi rezeki lebih.
“Saya percaya rezeki itu tidak hanya untuk kita nikmati sendiri, tetapi juga untuk kita bagikan kepada yang memerlukan. Setiap kali saya melihat senyum mereka, itu adalah kepuasan terbesar bagi saya,” ujarnya.
| Liburan ke Sumatera Selatan, Dari Teluk Betung Hingga Palembang, Banyak Tradisi Banyak Pula Cerita |
|
|---|
| Dari Pertemuan FKUB: Perempuan di Garda Terdepan Pemulihan Pasca-Bencana Aceh |
|
|---|
| Aceh, Kisahku: Dari Luka ke Pengabdian |
|
|---|
| Petani Thailand Semua Punya Mobil Double Cabin, Bagaimana dengan Indonesia? |
|
|---|
| Harapan dari Langit, Helikopter Skyvare Terobos Isolasi ke Pedalaman Bireuen dan Bener Meriah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FAISAL-JOHOR-CR.jpg)