Pilkada Aceh Timur 2024

Banyak Golput di Aceh Timur, Sosiolog Unimal Soroti Pentingnya Pendidikan Politik

Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan minimnya pemahaman tentang pentingnya peran suara dalam demokrasi.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
zoom-inlihat foto Banyak Golput di Aceh Timur, Sosiolog Unimal Soroti Pentingnya Pendidikan Politik
Foto: dokumen pribadi
Sosiolog Unimal Prof. Dr. Saifuddin, MA.

Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan minimnya pemahaman tentang pentingnya peran suara dalam demokrasi.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Tingginya angka golongan putih (golput) pada Pilkada Aceh Timur 2024 menjadi perhatian serius.

Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 298.425 orang, hanya 197.726 warga yang berpartisipasi dalam pemilihan Bupati Aceh Timur pada 27 November 2024.

Sisanya, sebanyak 100.699 orang, memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Merespons fenomena ini, Sosiolog Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof Dr Saifuddin MA menilai perlunya langkah konkret berupa pendidikan politik yang menyeluruh bagi masyarakat.

Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih mencerminkan minimnya pemahaman tentang pentingnya peran suara dalam demokrasi.

Baca juga: 87 Ribu Warga tidak Memilih Pilkada di Pidie, Ini Kecamatan Paling Banyak Golput

Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Prof Saifuddin mengusulkan beberapa strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang

Sosialisasi Pendidikan Politik

Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ditingkatkan dengan memberikan pendidikan politik yang intensif kepada masyarakat untuk mengurangi angka golput.

Fasilitas TPS yang Aksesibel dan Nyaman

Penyelenggara pemilu harus memastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) mudah diakses dan nyaman, sehingga pemilih lebih termotivasi untuk hadir.

Kotak Suara Keliling

Untuk wilayah terpencil, terdalam, atau bagi pemilih disabilitas, kotak suara keliling perlu disediakan agar mereka tetap dapat menyalurkan hak pilihnya.

Penghargaan bagi pemilih, memberikan penghargaan berupa suvenir atau bentuk apresiasi lainnya dapat menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka.

Publikasi pengalaman pemilih melalui media dapat menjadi inspirasi sekaligus membangun kebanggaan atas partisipasi dalam pemilu.

Prof Saifuddin menegaskan, pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan.

"Dengan pemahaman politik yang baik, masyarakat dapat lebih memahami betapa pentingnya suara mereka untuk masa depan daerah," tutupnya.

Tingginya Harapan pada Pilkada Mendatang

Fenomena golput yang cukup signifikan ini menjadi tantangan besar bagi semua pihak yang terlibat.

Pendidikan politik yang merata diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menentukan pemimpin daerah mereka.

Sosialisasi yang terencana dan inovatif sesuai  dengan perkembangan   zaman menjadi kunci untuk menciptakan Pilkada mendatang yang lebih inklusif dan partisipatif. (*)

Baca juga: 100.699 Masyarakat Aceh Timur Golput pada Pilkada 2024

 

 

 

 

 


 
 
 
BalasTeruskan 
Tambahkan reaksi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved