Breaking News

Pilkada Aceh 2024

Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Aceh 77,51 Persen, KIP: Dipengaruhi Kondisi Cuaca

“Cuaca salah satu faktor penentu, di mana hari pemungutan suara tanggal 27 November kemarin, Aceh diguyuri hujan deras," ujar Ketua KIP Aceh.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Dok Pribadi
Ketua KIP Aceh, Agusni AH 

Laporan Rianza Alfanzi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mencatat tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024, sebesar 77,51 persen.

“Partisipasi masyarakat Aceh pada Pilkada 2024, tingkat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur mencapai 77,51 persen,” kata Ketua KIP Aceh, Agusni AH kepada Serambinews.com, Senin (9/12/2024). 

Agusni menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024, jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3,76 juta lebih. 

Sementara pengguna hak pilih pada Pilkada 2024, sebanyak 2,92 juta lebih. 

Ia mengungkapkan, capaian partisipasi pemilih yang mencapai 77,51 persen tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan Pilkada 2017. 

Di mana, pada Pilkada 2017, beber diam partisipasi pemilih hanya 73 persen atau 2,52 juta pengguna hak pilih dari 3,43 juta lebih DPT. 

Sedangkan apabila dibandingkan dengan Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada Februari 2024 lalu, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih pada Pilgub 2024, terjadi penurunan.

Pada Pileg 2024, partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih mencapai 86,86 persen, atau 3,27 juta orang lebih dari 3,74 juta pemilih. 

Sementara partisipasi masyarakat pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024, mencapai 87,01 persen, atau 3,28 juta lebih dari 3,74 juta pemilih.

Menurut Agusni, pengaruh cuaca menjadi salah satu faktor menurunnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2024, dibandingkan dengan tingkat partisipasi Pemilu 2024.

“Cuaca salah satu faktor penentu, di mana hari pemungutan suara tanggal 27 November kemarin, Aceh diguyuri hujan deras dan beberapa titik mengalami genangan banjir,” paparnya.

“Ini menyebabkan sedikit menyurutkan minat pemilih datang ke TPS untuk memberikan haknya,” jelas Agusni.

Selain itu, tambah dia, Pilkada dan Pemilu juga memiliki indeks partisipasi karakter pemilih yang berbeda.

Di mana pada kontestasi Pemilu, khususnya Pemilihan Legislatif (Pileg), masyarakat memiliki unsur kedekatan dengan calon yang akan dipilih. 

Sehingga keinginan masyarakat untuk datang ke TPS lebih tinggi. 

Seperti diketahui, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dilaksanakan secara serentak di 9.704 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar pada 6.499 gampong di 23 kabupaten/kota.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved