Kronologi Pemuda di Tanjung Priok Bunuh Sahabat demi Narkoba, Korban Tewas Dibacok Pakai Celurit

Insiden pembunuhan yang terjadi pada Jumat, 6 Desember 2024, ini tidak hanya merenggut nyawa SA, tetapi juga mengubah hidup Sandi selamanya.

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com
Ilustrasi pembunuhan 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dua pemuda, Sandi Ramadani dan SA, yang telah bersahabat selama belasan tahun, terjebak dalam jaring narkoba yang menghancurkan persahabatan dan mengakibatkan tragedi.

Insiden pembunuhan yang terjadi pada Jumat, 6 Desember 2024, ini tidak hanya merenggut nyawa SA, tetapi juga mengubah hidup Sandi selamanya.

Nyawa SA pun melayang di tangan Sandi, yang menghabisinya dengan gagang pistol dan celurit.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Billy Gustiano, menjelaskan bagaimana dua teman ini telah mengenal satu sama lain sejak masa SMP.

"Mereka berdua ini hubungannya teman ya, sudah saling mengenal sejak masa sekolah," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Tanjung Priok.

 
"Dugaan sementara dari korban dan pelaku, itu ada permasalahan. Terkait masalah transaksi ke arah narkotika."

Bagaimana kronologi pembunuhan?

Pembunuhan ini bermula ketika pada Jumat pagi, SA tiba-tiba dikontak Sandi untuk datang ke rumahnya.

Dalam pesan singkat itu, Sandi dan SA sudah terlibat cekcok dan kerap kali melontarkan kata-kata tak pantas satu sama lain.

SA pun mendatangi rumah Sandi menjelang pukul 08.00 WIB, Jumat pagi.

Ia langsung naik ke lantai 2 rumah dan bertemu Sandi di sana.

Adu mulut antara keduanya tak terhindarkan, hingga Sandi yang berbadan tegap itu langsung memukuli SA berkali-kali.

Sandi yang telah kesetanan lalu mengambil senjata api airsoft gun yang sehari-hari memang ia simpan di dalam kamarnya.

Seketika, gagang besi airsoft gun itu dihantamkan ke kepala SA sebanyak tiga kali.

Nyatanya SA belum juga tumbang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved