Konflik Rusia dan Ukraina

Putin: Rusia Harus Siap Hadapi NATO dan Menanggapi Ancaman Barat

Tahun ini, sekitar 430.000 orang Rusia dilaporkan telah menandatangani kontrak militer, meningkat signifikan dari 300.000 orang pada tahun sebelumnya.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov menghadiri rapat yang diperluas dari Dewan Kementerian Pertahanan di Pusat Kendali Pertahanan Nasional di Moskow, Rusia pada 16 Desember 2024. 

SERAMBINEWS.COM- Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, baru-baru ini menyatakan bahwa Rusia harus siap menghadapi kemungkinan konflik militer dengan NATO di Eropa dalam dekade mendatang.

Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin (16/12/2024), di tengah ketegangan yang meningkat akibat perang di Ukraina.

Dilansir dari kantor berita Reuters pada Selasa (17/12/2024), Belousov mengungkapkan bahwa kegiatan Kementerian Pertahanan Rusia bertujuan untuk memastikan kesiapan penuh terhadap segala kemungkinan skenario, termasuk konflik langsung dengan NATO.

Belousov menyoroti beberapa perkembangan internasional yang memperkuat argumen tersebut, seperti pertemuan puncak NATO pada bulan Juli, rencana modernisasi kekuatan nuklir AS, serta pembukaan pangkalan pertahanan misil AS di Polandia.

Baca juga: Misteri Hilangnya Pesawat Kargo Il-76 Suriah Saat Assad Melarikan Diri, Jatuh Atau ‘Dicuri’ Rusia?

Ia juga mencatat bahwa NATO telah meningkatkan kesiapan tempurnya, dan rencana untuk menempatkan misil jarak menengah AS di Jerman pada 2026 menjadi salah satu bukti semakin tegasnya aliansi tersebut.

Selain itu, Belousov memperingatkan bahwa AS juga sedang mengembangkan misil hipersonik yang bisa mencapai Moskow dalam waktu hanya delapan menit.

 Hal ini, menurutnya, semakin memperkuat urgensi bagi Rusia untuk memperkuat pertahanan dan siap menghadapi potensi ancaman langsung dari NATO.

Di sisi lain, Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa kondisi perang di Ukraina kini berbalik menguntungkan bagi Rusia.

Putin menilai jumlah sukarelawan yang bergabung dengan pasukan Rusia telah membantu memutar balikkan keadaan, dengan pasukan Rusia kini menguasai inisiatif strategis di sepanjang garis kontak dengan pasukan Ukraina.

Putin mengklaim bahwa tahun ini saja, pasukan Rusia telah membebaskan 189 pusat populasi di Ukraina.

Peta sumber terbuka juga menunjukkan bahwa pasukan Rusia maju dengan kecepatan tercepat sejak perang dimulai pada tahun 2022, dengan Rusia mengambil sekitar 30 km⊃2; wilayah Ukraina setiap harinya.

Putin juga menuduh Barat, khususnya negara-negara NATO, mendorong Rusia ke "garis merah" yang telah ditentukan oleh Moskow, yaitu situasi yang tidak akan dapat diterima oleh Rusia.

Putin menyatakan bahwa ketika Rusia merespons, negara-negara Barat kemudian menakut-nakuti rakyat mereka dengan klaim bahwa Rusia akan menyerang. Menurutnya, ini adalah bagian dari taktik Barat untuk menekan Rusia.

Tahun ini, sekitar 430.000 orang Rusia dilaporkan telah menandatangani kontrak militer, meningkat signifikan dari 300.000 orang pada tahun sebelumnya.

Belousov menyatakan bahwa Rusia telah berhasil mengusir pasukan Ukraina dari hampir 4.500 km⊃2; wilayah yang dikuasai Ukraina. Dengan kemajuan ini, Rusia terus mengontrol wilayah strategis di Gaza dan melanjutkan serangannya dengan kecepatan yang lebih cepat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved