Konflik Rusia dan Ukraina

Putin: Rusia Harus Siap Hadapi NATO dan Menanggapi Ancaman Barat

Tahun ini, sekitar 430.000 orang Rusia dilaporkan telah menandatangani kontrak militer, meningkat signifikan dari 300.000 orang pada tahun sebelumnya.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov menghadiri rapat yang diperluas dari Dewan Kementerian Pertahanan di Pusat Kendali Pertahanan Nasional di Moskow, Rusia pada 16 Desember 2024. 

Putin juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan misil AS, terutama misil jarak pendek dan menengah yang sedang dikembangkan.

Rusia mengamati dengan seksama langkah-langkah AS tersebut, dan Putin mengatakan bahwa jika AS melanjutkan rencananya untuk mengerahkan misil tersebut, Rusia tidak akan ragu untuk mencabut pembatasan sukarela mereka terhadap penempatan misil serupa di wilayah mereka.

Ia menambahkan bahwa Rusia sangat cemas dengan pengembangan misil hipersonik yang dimiliki AS dan dampaknya terhadap keamanan nasional. Dalam hal ini, jika AS menempatkan misil jarak menengah di Eropa, Rusia akan merespons dengan langkah serupa.

Pernyataan dari para pemimpin Rusia ini menggambarkan peningkatan ketegangan di Eropa dan di wilayah sekitar Ukraina.

Sementara itu, perang di Ukraina terus berlanjut dengan dampak yang besar terhadap kehidupan warga sipil dan jurnalis. Rusia dan NATO semakin bersiap untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi yang lebih besar, baik di Ukraina maupun di Eropa, dengan Rusia berusaha memperkuat pertahanannya sambil merespons setiap langkah yang diambil oleh aliansi Barat.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved