Internasional
Pengawal Revolusi Iran Perkuat Pengendalian Ekspor Minyak dari Teheran
Tindakan ini semakin menyulitkan upaya internasional untuk memantau dan menghentikan perdagangan minyak Iran.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM - Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) semakin memperluas pengaruhnya dalam industri minyak.
Dilansir dari kantor berita Reuters pada Rabu (18/12/2024), berdasarkan laporan dari sejumlah pejabat Barat, pakar keamanan, serta sumber Iran dan perdagangan, IRGC kini mengendalikan hingga 50 persen ekspor minyak Iran.
Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan sekitar 20 persen pada tiga tahun lalu.
Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi IRGC dalam perekonomian Iran, tetapi juga membuat sanksi Barat semakin sulit memberikan dampak yang signifikan.
Sejak diberlakukannya sanksi Barat, khususnya yang diterapkan oleh Amerika Serikat pada tahun 2018 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Iran mengalami kesulitan dalam mengekspor minyak.
Meskipun demikian, pendapatan dari minyak tetap menjadi salah satu sumber terbesar bagi Iran.
Pada 2023, Iran berhasil menghasilkan sekitar $53 miliar dari ekspor minyak, meskipun ada upaya internasional untuk menghalangi penjualan minyak Iran.
Dalam situasi ini, IRGC, yang sebelumnya lebih dikenal dengan kekuatan militernya, mulai memainkan peran yang lebih besar dalam mengendalikan sektor minyak Iran.
Pengaruh IRGC dalam industri minyak Iran mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan armada kapal tanker yang digunakan untuk menyelundupkan minyak, hingga peranannya dalam membangun perusahaan-perusahaan depan yang menjual minyak ke negara-negara seperti China.
Para ahli mengatakan bahwa IRGC lebih mahir dalam penyelundupan dan penjualan minyak meskipun mereka tidak terlatih dalam manajemen ladang minyak.
Seiring dengan meluasnya pengaruh IRGC, Pasukan Quds sayap operasi luar negeri dari IRGC juga turut memperluas pengaruhnya di Timur Tengah.
Pasukan ini telah memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok seperti Hezbollah di Lebanon, Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, dan milisi di Irak melalui penyediaan uang, senjata, dan pelatihan.
Pendapatan dari minyak yang diselundupkan membantu mendanai kegiatan ini.
Pada tahun 2013, pemerintah Iran mulai mengalokasikan minyak sebagai pengganti uang tunai untuk Pasukan Quds dan IRGC.
Langkah ini diambil karena tekanan anggaran yang dihadapi Iran akibat kesulitan dalam mengekspor minyak akibat sanksi.
| Mobil SUV Misterius Iringi Trump di China, Diduga Bawa Teknologi Perang Elektronik Canggih |
|
|---|
| Takut Dimata-matai China, Rombongan Trump Buang HP dan Pin sebelum Naik Air Force One |
|
|---|
| India Naikkan Harga BBM Akibat Krisis Energi Dampak Perang Iran |
|
|---|
| Blokade dan Ambil Alih Kapal Iran, Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak |
|
|---|
| Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Tewaskan 10 Orang di Lebanon Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-tanker-minyak-iran-di-indonesia.jpg)