Kamis, 16 April 2026

Berita Pidie

Diiming-iming Kerja di Malaysia, Gadis Pidie Malah Jadi Korban Rudapaksa

Gadis itu terbujuk rayuan agen, yang diiming-iming mendapat pekerjaan di Negara Malaysia, dengan gaji besar.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
Korban perdagangan manusia seorang gadis berinisil P (17) asal Kabupaten Pidie saat ditanyakan warga Aceh di Malaysia. 

Gadis itu terbujuk rayuan agen, yang diiming-iming mendapat pekerjaan di Negara Malaysia, dengan gaji besar.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kasus perdagangan manusia telah berulang kali terjadi dengan sasaran gadis Aceh.

Namun, kasus tersebut agaknya tidak menjadi pelajaran berharga bagi wanita di Aceh. 

Buktinya, kasus terbaru terjadi lagi, yang menjadi korban seorang gadis berinisial P (17) warga Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. 

Gadis itu terbujuk rayuan agen, yang diiming-iming mendapat pekerjaan di Negara Malaysia, dengan gaji besar.

Ternyata gadis P, diduga ditipu agen.

Gadis tersebut malah dijual di Malaysia kepada lelaki hidung belang. 

"Gadis ABG berinisial P asal Pidie menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Malaysia, Selasa (24/12/ 2024). Kita akan memulangkan korban," kata Sekjen TOMPi, Muhammad Nur, kepada Serambinews.com, Rabu (25/12/2024).

Ia menjelaskan, saat di Malaysia, korban diduga dirudapaksa secara bergilir dengan diikat kaki dan tangannya di salah satu hotel di negeri jiran tersebut.

Korban dirudapaksa, diduga dilakukan lima pelaku.

Baca juga: Siswi Kelas 6 SD di Rembang Jadi Korban Perundungan dan Rudapaksa, 4 Pelaku Teman Sekolahnya

Adalah pelaku lelaki dari Negara Banglades, Cina, India, Melayu dan Jepang. 

"Keterangan korban mengaku dipemerkosa, yang disampaikan langsung oleh korban dalam video yang direkam oleh salah seorang warga Aceh yang menetap di Malaysia," jelas Muhammad Nur.

Dikatakan, video tersebut telah beredar luas di media sosial, melalui kanal WhatsApp.

Untuk itu, Sekjen TOMPi, meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kelurga Berencana (DP2PAKB) Pidie, agar memonitoring kasus tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved