Kilas Balik Tsunami Aceh 2004

20 Tahun Tsunami Aceh - Kisah Seorang Ayah Menantikan Anaknya di Depan Masjid Raya Baiturrahman

Noor tidak sendirian, ada banyak keluarga lainnya yang senasib serupa dengannya yang menantikan anggota keluarga mereka di Masjid Raya Baiturrahman.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM
Arsip berita Harian Serambi Indonesia edisi Selasa 3 Januari 2005. Seorang pria khusyuk berdoa untuk puluhan ribu warga Nanggroe Aceh Darussalam yang meninggal akibat diterjang gelombang tsunami. 

Sesekali pergi ke bekas banjir dan reruntuhan.

Tapi waktu yang paling banyak adalah dihabiskan untuk menunggu di depan Masjid Raya.

Mereka sangat berharap dapat berjumpa sanak keluarganya yang hilang di depan Masjid Raya.

Mereka harap orang yang di cari lewat di jalan depan masjid.

Banyak hal-hal nyeleneh yang dilakukan orang yang menanti sanak saudara di depan masjid tersebut.

Seperti yang dilaku Sapi'i (50). Anaknya tinggal di Sabang sekarang belum diketahui nasibnya.

Ia tidak pergi ke Sabang untuk mencarinya, tapi justru ia datang depan masjid untuk menunggu anaknya.

"Ongkos kesanan Sampai Rp 75 ribu, saya tidak ada uang. Kalau ke sini hanya lima ribu. Saya datang sini saja, siapa tahu dia lewat di sini," ujarnya ketika kenapa tidak mencari anaknya ke Sabang.

Sapi’i  sudah dua hari menunggu anaknya di depan Masjid Raya Baiturrahman. (*)

(Arsip Serambi Indonesia/Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved