20 Tahun Tsunami Aceh

20 Tahun Tsunami Aceh: Mengenang dan Bangkit Bersama Lewat Pameran Foto dan Refleksi

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga mengingat pentingnya pembelajaran dari peristiwa tersebut.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HENDRI
Pameran foto ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati 20 tahun tsunami yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh. Acara ini berlangsung hingga 27 Desember, dan pengunjung dapat menikmati pameran tersebut selama jam operasional Museum Tsunami Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Hari ini, masyarakat Aceh memperingati 20 tahun tsunami dahsyat yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Peristiwa penting ini telah menjadi bagian penting dari sejarah, tidak hanya bagi Aceh tetapi juga dunia.

Untuk mengenang tragedi tersebut pameran foto bertema “2 Dekade Kenangan dan Harapan” dilaksanakan di Museum Tsunami, Kota Banda Aceh.

Pameran foto ini digelar di halaman Museum Tsunami yang menampilkan berbagai dokumentasi momen sebelum, saat dan setelah tsunami melanda Aceh pada 2004 silam.

Pengunjung akan disungguhin dengan 93 foto khusus saat bencana gempa dan tsunami menerjang, serta 50 foto yang menceritakan kembali perjalanan Aceh dalam menghadapi keterpurukan.

Foto- foto tersebut menggambarkan bagaimana dasyatnya bencana itu dan bagaimana masyarakat Aceh bangkit dari kehancuran dengan semangat yang pantang menyerah.

Pameran ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para korban yang kehilanga, keluarga yang ditinggal, dan mereka yang terus berjuang untuk memulihkan kehidupan pascabencana.

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga mengingat pentingnya pembelajaran dari peristiwa tersebut.

Museum Tsunami Aceh telah menjadi simbol pemulihan, menjadi ruang refleksi sekaligus penghormatan terhadap daya tahan masyarakat yang mampu untuk bangkit dari bencana besar.

Pameran foto ini dibuka secara simbolis oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M syahputra Azwar dan didampingi oleh Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, M Anshar.

Tujuan dari pameran foto ini adalah untuk menjaga ingatan kolektif tentang bencana tsunami dengan harapan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus membangun Aceh yang lebih baik dimasa mendatang.

Pameran foto ini akan berlangsung hingga 27 Desember 2024 yang terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda No 3, Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Sebagai informasi, Museum Tsunami Aceh dibangun untuk menjadi saksi bisu sekaligus pengingat bagi kita semua mengenai kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan.

Museum, ini menyajikan berbagai cerita melalui artefak dan teknologi interaktif yang dapat memberikan gambaran nyata tentang kedahsyatan tsunami dan bagaimana masyarakat Aceh bangkit dari puing- puing kehancuran.

Pameran foto ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap masalalu, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk terus membangun kehidupan yang lebih baik dimasa depan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved