Kupi Beungoh
Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh: Kebangkitan Ekonomi Bumi Serambi Mekkah
Tak lama berjalan menyusuri lorong gelap di Museum Tsunami, sampailah kita di sebuah ruang bundar dengan lafadz Allah di ujung atapnya.
Oleh: Langitantyo Tri Gezar *)
Tak lama berjalan menyusuri lorong gelap di Museum Tsunami, sampailah kita di sebuah ruang bundar dengan lafadz Allah di ujung atapnya.
Terpampang nama-nama tersusun spiral di dinding.
Nama-nama tersebut adalah para syuhada, korban jiwa dari bencana alam yang menerjang Aceh 20 tahun silam. Setiap nama yang memiliki mimpi dan cerita.
Pada 26 Desember 2004 sekitar pukul 07.59 WIB, Bumi Aceh terguncang hebat oleh gempa bumi bertenaga 9,1 sampai 9,3 skala Richter yang bersumber dari dasar laut di barat daya Aceh atau dekat Pulau Simeulue, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai, disusul oleh “ie beuna”, air bah atau tsunami yang menghempas daratan 45 menit kemudian dengan tinggi gelombang mencapai 30 meter.
Akibat dan Hikmah Tsunami Aceh
Lebih dari 230 ribu jiwa meninggal akibat tsunami yang menghempas 15 negara.
170 ribu jiwa diantaranya berasal dari Indonesia, dan 60 ribu korban jiwa adalah warga Banda Aceh, seperempat dari jumlah populasinya saat itu.
500 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Imajinasi melayang, membayangkan apa yang dirasakan oleh para korban saat itu. Bingung, sedih, parau.
Bencana itu membuat wajah Aceh berubah sama sekali.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2003 sebelum tsunami, perekonomian Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), nama Provinsi Aceh saat itu, mencapai Rp 48,62 triliun berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB).
Kemudian pada tahun 2004 dan 2005, terkontraksi sedalam 9,63 persen dan 13,45 persen selama dua tahun berturut-turut.
Konsumsi rumah tangga tertahan. Belanja pemerintah terhambat. Industri di pesisir barat dan sebagian pesisir utara luluh lantak. Aktivitas warga tak normal lagi. Angka kemiskinan Aceh pasca tsunami mencapai 28,69 persen.
Data-data ini menunjukkan dampak destruktif bencana tsunami bagi perekonomian Aceh 20 tahun silam.
Tidak lama usai tsunami, bantuan kemanusiaan berbondong-bondong datang ke Aceh, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan laporan BBC, dana bantuan asing yang masuk ke Aceh diperkirakan mencapai Rp72 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Langitantyo-Tri-Gezar-Analis-Kantor-Perwakilan-Bank-Indonesia-Provinsi-Aceh.jpg)