Video
VIDEO - Gadis Aceh Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia, Dirudapaksa Lima Pria Hidung Belang
Awal tiba di Malaysia, kata Bukhari, korban mengaku tidak diberikan pekerjaan apapun. Melainkan hanya tinggal di tempat agen yang membawanya.
Namun, sejak sebulan terakhir tiba-tiba agen tersebut mengancam dan mempekerjakan korban secara paksa sebagai pekerja seks di salah satu hotel.
“Atas kejadian ini korban saat ini kurang sehat dan mengalami trauma. Korban saat ini juga butuh istirahat,” kata Bukhari.
Baca juga: Iming-iming Kerja di Laos , 2 Pelaku TPPO Ditangkap
Bukhari sangat menyesalkan kelalaian pihak imigrasi di Aceh yang meloloskan keberangkatan korban ke Malaysia. Padahal data korban jelas-jelas dipalsukan oleh agen.
“Gadis ini umurnya 17 tahun, tetapi karena susah diberangkatkan ke Malayasia pihak agen memalsukan dokumen korban sehingga jadi 24 tahun. Namanya juga di tukar, jadi saya heran kenapa imigrasi meloloskannya,” ungkapnya.
Untuk itu, Bukhari meminta Pemerintah Aceh dan pihak terkait untuk turun tangan mengawal kasus ini.
Ia juga berharap kepada para anggota DPR dan DPD asal Aceh untuk melakukan penelusuran ke pihak Imigrasi.
“Selain itu wakil rakyat juga harus menekan pihak terkait agar menjalankan aturan sesuai dengan undang-undang berlaku. Sehingga hal yang fatal seperti ini tidak lagi menimpa anak bangsa,” katanya.
Bukhari menambahkan, terkait kasus ini pihaknya juga sudah menghubungi pihak Kedutaan RI di Malaysia.
“Mereka siap untuk meminta pertanggung jawaban kepada catatan sipil dan imigrasi terkait dokumen korban yang dipalsukan itu lolos dari verifikasi,” pungkasnya.
Baca juga: Begini Modus Pelaku TPPO ‘Jual’ Orang Aceh ke Luar Negeri, Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi di Laos
Senator Aceh Azhari Cage Kecam Perdagangan Orang Aceh ke Malaysia
Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cage, dengan tegas mengecam tindakan perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan perempuan asal Aceh ke Malaysia.
Ia menyebut perbuatan tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak bermoral yang mencoreng nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat Aceh.
"Sungguh biadab dan tidak bermoral! Mereka yang memperjualbelikan anak-anak perempuan Aceh untuk dijadikan pelacur di Malaysia telah mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat Aceh.
Bukannya menjaga sesama masyarakat Aceh, malah tega menjualnya ke negeri orang," tegas Azhari Cage.
Ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Polri, untuk segera mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya
| VIDEO - Rutan Banda Aceh Gelar Tes Urine WBP, Pastikan Lingkungan Bebas Narkoba |
|
|---|
| VIDEO - Hubungan 8 Tahun Berakhir Tragis, Pemuda di Pandeglang Diamankan Polisi |
|
|---|
| VIDEO - Iran Bergerak Diam-diam, Dialog Panjang Elite Politik Picu Spekulasi Baru |
|
|---|
| VIDEO - Tiga Kapal Perusak AS Diserang IRGC, Washington Langsung Balas Iran |
|
|---|
| VIDEO - Proses Hibah Tanah Milik TNI AD Selesai, Pemkab Bireuen Resmi Miliki Aset Seluas 2 Hektar |
|
|---|