Uang Palsu Buatan Andi Ibrahim Cs Mirip dengan Asli, Ini Sosok Yang Menambahkan Benang Pengaman

Uang palsu buatan Andi Ibrahim cs mirip dengan asli, di dalamnya ditanam benang pengaman agar muncul bentuk anyaman.

Editor: Amirullah
Kolase Tribun Timur
Kolase Dr Andi Ibrahim dan uang palsu. 

SERAMBINEWS.COM - Polisi masih terus mendalami kasus sindikat uang palsu Andi Ibrahim cs di UIN Alauddin Makassar.

Terdapat 17 orang yang ditetapkan tersangka atas kasus cetak uang palsu yang diduga dimulai sejak tahun 2021.

Belasan tersangka dengan berbagai profesi ini terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang palsu.

Dikepalai Andi Ibrahim, setidaknya ada tiga peran Andi Ibrahim dalam peredaran uang palsu tersebut.

Pertama, dialah yang menyediakan tempat untuk meletakkan mesin pencetak uang palsu di Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak menuturkan mulanya pembuatan uang palsu ini dilakukan dalam skala kecil dan menggunakan mesin cetak yang juga lebih kecil.

Kegiatan tersebut dilakukan di rumah pengusaha Annar Salahuddin Sampetoding di Jl Sunu, Makassar.

Namun, mereka lantas membeli mesin cetak yang lebih besar karena dirasa perlu untuk mencetak uang palsu lebih banyak.

Adapun harga mesin cetak tersebut mencapai Rp 600 juta.

"Karena sudah mulai membutuhkan jumlah (uang palsu) yang lebih besar, maka mereka memesan alat (mesin cetak) yang lebih besar yaitu alat cetak offset senilai Rp 600 juta di Surabaya tetapi alat itu dipesan dari China," kata Reonald, Kamis (19/12/2024).

Andi Ibrahim jugalah yang memasukkan mesin cetak ke Perpustakaan Syekh Yusuf Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jl Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Andi Ibrahim cs meletakkan mesin itu menggunakan forklift pada malam hari.

"Alat itu dimasukkan oleh salah satu tersangka berinisial AI di salah satu kampus di Gowa yaitu menggunakan gedung perpustakaan tanpa sepengetahuan pihak kampus di malam hari," tuturnya.

"Dan itu kami coba rekonstruksikan dengan 25 personel Polri mengangkat alat itu tidak mampu. Jadi, pakai forklift, alat itu masuknya," jelasnya.

Kedua, Andi Ibrahim juga berperan untuk merekrut seseorang dari Kabupaten Wajo, Sulsel berinisial AA (42) untuk membuat benang pengaman uang palsu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved