Berita Bireuen

27 Hektare Padi Sudah Menguning di Jeunieb Bireuen Juga Terendam Banjir Luapan, Terancam Gagal Panen

Sedangkan dampak lain atas banjir karena meluapnya air Krueng Jeunieb dan Krueng Nalan lantaran hujan deras tersebut, puluhan rumah di 7 desa di Jeuni

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Sekitar 27 hektare tanaman padi siap panen di Desa Cot Geulumpang Baroh, Kecamatan Jeunieb, Bireuen, terendam banjir luapan, Jumat (3/1/2025). 

Sedangkan dampak lain atas banjir karena meluapnya air Krueng Jeunieb dan Krueng Nalan lantaran hujan deras tersebut, puluhan rumah di 7 desa di Jeunieb juga terendam banjir, sehingga warga harus mengungsi. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekitar 27 hektare tanaman padi yang sudah menguning di Desa Cot Geulumpang Baroh, Kecamatan Jeunieb, Bireuen, terendam banjir luapan, Jumat (3/1/2025) dini hari. 

Kondisi ini dikhawatirkan atau terancam gagal panen. 

Sedangkan dampak lain atas banjir karena meluapnya air Krueng Jeunieb dan Krueng Nalan lantaran hujan deras tersebut, puluhan rumah di 7 desa di Jeunieb juga terendam banjir, sehingga warga harus mengungsi. 

Keuchik Cot Geulumpang Baroh, Kecamatan Jeunieb, Raja Fadhil Mubarak, mengatakan, sejak beberapa hari lalu kawasan Jeunieb hujan deras, puncaknya Kamis malam hingga Jumat (3/1/2025).

Tanaman padi milik warganya di desa tersebut sejak dua hari lalu sudah mulai terendam air, kemudian hujan deras lagi dan terjadi banjir luapan, tanaman padi yang sudah siap dipanen terendam lagi.

“Melihat kondisi tanaman padi yang terendam banjir, maka kali ini kemungkinan gagal panen,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO Bos Rental Mobil Tewas Ditembak Ternyata Asal Aceh, Sempat Minta Bantuan Polisi Tapi Ditolak

Masyarakat katanya, hanya mampu melihat padi yang hanya kelihatan sedikit dan berharap air segera surut, sehingga petani dapat memanen, meski hasilnya tentu tak masimal lagi.

Desa Cot Geulumpang Baroh, kata keuchik posisinya rendah dibandingkan desa sekitarnya dan terdapat satu saluran yang kecil dan tersumbat.

Begitu hujan deras dan air meluap ke berbagai desa, maka semuanya tumpah ke desa tersebut, kemudian baru mengalir ke seberang jalan dan ke kuala Jeunieb, Bireuen.

Disebutkan, hingga Jumat siang, banjir luapan mulai surut perlahan-lahan karena saluran buangan kecil.

“Warga yang ingin kembali ke rumah membersihkan rumah masih was-was karena cuaca
masih mendung,” ujarnya.

Perangkat desa membuka dapur umum di meunasah bagi warga yang rumahnya tergenang dan berharap adanya perhatian dinas terkait untuk memperbaiki saluran yang menyebabkan sering terjadinya banjir luapan. 

Baca juga: VIDEO Brigade Al-Qassam Tembakkan Roket Q-18 Targetkan Pemukiman Netivot

Cegah Banjir Luapan, Saluran Buangan di Jeunieb Bireuen Perlu Normalisasi, Saat Ini 7 Desa Tergenang

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved