Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Malaysia Usir 2 Kapal yang Bawa 300 Pengungsi Rohingya ke Laut

Kapal-kapal pengungsi Rohingya tersebut di usir ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Boat diduga berisi warga etnis Rohingya di kawasan Pantai Kuala Pawon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Kamis (16/11/2023) pagi. Sementara itu warga setempat sudah berkumpul di pinggir pantai tersebut untuk menolak kedatangan mereka 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia mengungkapkan telah mengusir dua kapal yang membawa 300 pengungsi Rohingya dari perairan mereka.

Kapal-kapal pengungsi Rohingya tersebut di usir ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Para pengungsi tanpa dokumen tersebut tersebut dilaporkan kabur langsung dari Myanmar.

Badan Penegakan Kelautan Malaysia (MMEA) mengatakan kedua kapal berada di dua mil laut (3,7 km) di barat daya resor utara Langkawi pada Jumat (3/1/2025).


Meski begitu, bantuan tetap diberikan walau pengusiran tetap dilakukan.

“MMEA memberikan bantuan, termasuk makanan dan air minum bersih, sebelum mengusir kapal-kapal tersebut ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka,” ujar Direktur Jenderal MMEA Mohd Rosli Abdullah, Sabtu (4/1/2025) dikutip dari The Straits Times.

“Kami juga bekerja dengan erat bersama otoritas Thailand untuk mendapat lebih banyak tambahan informasi atas pergerakan kapal ini,” tambahnya.

Kepolisian Malaysia sendiri pada Jumat telah menahan sekitar 200 terduga imigran Rohingya dari Myanmar setelah kapal mereka berjalan di dekat Langkawi.

Warga Rohingya mengalami persekusi dari kampung halaman mereka di Myanmar, dari warga asli yang beragama Buddha.

Kebanyakan dari mereka berusaha kabur ke negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, atau ke kamp pengungsi di Bangladesh.


Mereka kerap menjalani perjalanan laut yang mengerikan selama berbulan-bulan untuk tiba di Malaysia dengan perahu.

Mereka juga menyelinap ke negara tersebut melalui perbatasannya yang keropos dengan Thailand.

Jika tertangkap, mereka akan dibawa ke pusat penahanan yang oleh kelompok hak asasi manusia seperti biasanya disebut terlalu penuh dan kotor.

Baca juga: Ternyata Pengungsi Rohingya Setiap Bulan Dapat Santunan, Jumlahnya hingga Setengah UMP Aceh?

Bangladesh Minta Dukungan Malaysia untuk Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved