Kesehatan
Apakah Air Hujan Aman Diminum? Berikut penjelasan dr. Tirta
"Kalau hujannya itu di daerah perkotaan yang polusinya tinggi itu hujannya bersifat asam, karena kan ada proses pembentukan awan, akan bercampur
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM- Banyak orang mungkin pernah mendengar bahwa air hujan bisa diminum, tetapi apakah itu benar-benar aman?
Ternyata, jawaban untuk pertanyaan ini sangat tergantung pada lokasi dan kondisi udara di sekitar kita.
Berikut merupakan penjelasan dr. Tirta mengenai hal tersebut.
Hujan di Daerah Perkotaan: Bisa Berbahaya
Air hujan yang kita lihat turun di perkotaan bisa sangat berbeda kualitasnya dibandingkan dengan hujan yang turun di daerah yang lebih bersih, seperti pegunungan.
Hujan yang turun di daerah perkotaan yang tingkat polusinya tinggi cenderung bersifat asam.
"Kalau hujannya itu di daerah perkotaan yang polusinya tinggi itu hujannya bersifat asam, karena kan ada proses pembentukan awan, akan bercampur dengan proses hujan tersebut jadi hujan asam," ungkap dr. Tirta di kutip Serambinews pada Selasa (7/1/2025) pada kanal Youtube Tirta PengPengPeng.
Kenapa bisa begitu? Proses pembentukan awan melibatkan penguapan air yang bercampur dengan polusi udara, seperti gas sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ).
Gas-gas ini akan bereaksi dengan uap air di atmosfer, membentuk asam sulfurik dan asam nitrat. Ketika hujan turun, air tersebut membawa partikel-partikel polutan ini bersama-sama.
Akibatnya, air hujan yang turun menjadi lebih asam dan bisa mengandung bahan kimia yang berbahaya.
Hujan asam ini bisa sangat merusak, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan kita.
Oleh karena itu, meskipun hujan mungkin terlihat bersih, air hujan di daerah perkotaan yang tercemar polusi sangat tidak disarankan untuk diminum langsung.
Hujan di Daerah Gunung: Lebih Murni dan Aman
Di sisi lain, air hujan yang turun di daerah pegunungan atau kawasan yang jauh dari polusi cenderung lebih murni. Di tempat-tempat ini, udara lebih bersih, dan proses pembentukan hujan tidak terkontaminasi polusi seperti di kota-kota besar.
Hujan di daerah gunung biasanya lebih aman untuk diminum, karena tidak terpengaruh oleh bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan.
"Kecuali kalau hujannya daerah gunung airnya murni gitu, minum hujan dari gunung ggak apa-apa,murni enggak ada polusi," tambahnya.
Namun, meskipun air hujan dari gunung lebih murni, penting untuk diingat bahwa air hujan tetap bisa terkontaminasi oleh debu, kotoran, atau zat lain yang ada di sekitar tempat penampungannya.
| 7 Efek Samping Bleaching Gigi, Tak Cuma Ngilu tapi Bisa Picu Kerusakan Email |
|
|---|
| 7 Bahaya Sering Konsumsi Makanan Olahan, Risiko Kesehatan Mengintai Diam-Diam |
|
|---|
| 7 Makanan Pemicu Asam Urat yang Perlu Dibatasi, Jangan Sampai Picu Nyeri Sendi |
|
|---|
| 7 Tanda Gula Darah Bermasalah Meski Tanpa Diabetes, Sering Dianggap Sepele |
|
|---|
| 9 Buah untuk Kulit Cerah Alami, Bantu Wajah Lebih Sehat dan Glowing dari Dalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-minum-air-putih_20150620_213948.jpg)