Jumat, 5 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Kenangan Berharga di Kelas FAMe

Pertemuan ini juga dapat memotivasi peserta, terutama saya, untuk melestarikan bahasa Aceh sebagai hasil karya anak bangsa.

Tayang:
Editor: mufti
IST
NURUL HUSNA, S.Pd., alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena dan Anggota FAMe, melaporkan dari Banda Aceh 

Pada pertemuan ketiga, pematerinya adalah Pak Yarmen Dinamika (Rekdaktur  Serambi Indonesia dan Pembina FAMe). Ttopiknya tentang Jago Menulis News Features. Karena pembahasan ini menarik, saya jadi ingin menulis features suatu hari nanti, di saat pengetahuan dan kesempatan ada.

Saya tidak bermaksud memuji, tetapi mengatakan apa adanya bahwa setelah saya perhatikan dengan saksama, beliau adalah orang yang berwawasan luas dan sangat menguasai KBBI.

Beliau juga mampu membuat lawan berbicaranya merasa nyaman, dihargai, tak mempermasalahkan status sosial dan usia orang tersebut.

Jujur, hal yang selalu saya rindukan dari kelas menulis ini adalah kata-kata sang pembinanya, bukan pelajarannya. Seingat saya Yarmen pernah mengatakan, "Ini anak didik saya" dan "Ini mahasiswa didikan saya" di depan narasumber lain.

Bagi saya, ungkapan tersebut sangat berharga waktu mendengarnya, saya bahagia.

Pembina FAMe juga membawa nama UBBG sewaktu memperkenalkan saya kepada orang lain.

Seperti kata orang dahulu: ada pertama; tentu ada kedua dan seterusnya. Hal ini sering terjadi dalam hidup saya. Pada pertemuan keempat berlaku untuk saya, tetapi bagi FAMe ini merupakan pertemuan ke-108. Maklum, kelas FAMe sudah ada sejak medio tahun 2017, terasa seperti anak bawang saya di sini.

Narasumber kali ini adalah Pak Saifuddin Bantasyam MA (Dosen FH dan FISIP USK yang juga guru FAMe. Moderatornya Hayatullah Zuboidi MSos yang juga Koordinator FAMe. Pembahasannya tentang Public Speaking; dari Teori Hingga Praktik.

Persiapan  Saifuddin untuk tampil perlu diapresiasi, ketika tubuhnya tidak fit saat itu, tanggal 21 November 2024 Beliau melakukan persiapan yang tergolong sempurna.

Menjelaskan pembahasan menggunakan mikrofon, seperti seminar yang pesertanya lebbih dari 100 orang, ia berusaha berdiri di saat badan tidak fit.

Public speaking sendiri memiliki makna kemahiran berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyampaikan pesan secara efektif.

Keterampilan ini perlu dipelajari agar semua hal yang disampaikan itu sesuai, tepat sasaran, mudah dimengerti, dapat diterima, oleh pendengarnya dan waktu yang digunakan untuk berbicara pun bisa efisien.

Sebagai makhluk sosial yang selalu berbicara dengan orang lain baik secara resmi maupun tak resmi, banyak orang mampu berbicara di mana saja, tetapi yang menguasai ilmu public speaking masih sedikit.

Orang-orang yang bekerja di layanan pemerintah, apa pun profesinya sangat dianjurkan memperlajari ilmu ini supaya komunikasi verbalnya komunikatif dan efektif.

Hal yang sangat penting sebelum tampil berbicara di depan umum adalah persiapan dan persiapan. Saifuddin mengatakannya berkali-kali.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved