Berita Aceh Timur

Urus Surat Kesehatan Rp 380 Ribu

Sistem pembayaran tunai inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab antrean panjang dan pelayanan yang tidak efisien.

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Direktur RSUDZM Aceh Timur dr. Edi Gunawan 

SERAMBINEWS.COM, IDI  – Antrean panjang terjadi di loket kasir RSUD Dr Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, Aceh Timur, akibat membeludaknya peserta calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengurus surat keterangan kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba.

Tingginya jumlah peserta yang harus mengurus ketiga surat tersebut membuat tiga loket pelayanan di rumah sakit itu penuh sesak, terutama di bagian kasir pelayanan jiwa pada Selasa (7/1/2024).

Untuk mengurus ketiga surat tersebut, setiap peserta PPPK diwajibkan membayar biaya administrasi sebesar Rp 380.000 secara tunai. Sistem pembayaran tunai inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab antrean panjang dan pelayanan yang tidak efisien.

Sebelum melakukan pemeriksaan, peserta harus terlebih dahulu mengambil nomor antrean untuk pembayaran di kasir. Setelah pembayaran selesai, mereka baru dapat melanjutkan proses ke poli pemeriksaan.

Salah satu peserta, Yanti mengungkapkan kekecewaannya terkait sistem pembayaran yang dinilai memperlambat proses administrasi.

"Seharusnya pembayaran bisa dilakukan secara online atau melalui transfer bank agar lebih praktis. Kami merasa sistem ini lebih rumit dibandingkan dengan mengurus SKCK yang jauh lebih sederhana," ujar Yanti. 

Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan jumlah petugas kasir yang hanya berjumlah lima orang. Menurutnya, jumlah tersebut tidak sebanding dengan ratusan hingga ribuan peserta yang datang setiap harinya.

Peserta berharap pihak RSUD Dr Zubir Mahmud segera mengevaluasi sistem pelayanan, terutama terkait metode pembayaran dan penambahan jumlah petugas, agar antrean panjang dan keluhan serupa tidak terus berulang.(f)

 

Tak Ada Kendala

Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr Edi Gunawan kepada Serambi,  Selasa (7/1/2025), menjelaskan, tingginya animo masyarakat untuk mengurus surat kesehatan memang menjadi tantangan tersendiri.

“Bahkan ada peserta dari Langsa yang datang ke RSUD Zubir Mahmud. Kami sudah menyiapkan dua loket pendaftaran dengan sistem antrean untuk mempermudah pelayanan,” ujar dr. Edi

Menurutnya, secara umum tidak ada kendala berarti di beberapa titik pelayanan, termasuk poli umum dan poli jiwa. Selain itu, pihaknya sudah menyiapkan tiga komputer dengan tiga petugas untuk bagian pemeriksaan kesehatan (MCU).

“Kemarin sempat terkendala jaringan yang lambat saat pembuatan surat kesehatan rohani, karena prosesnya dilakukan secara online. Setiap harinya, kami melayani hingga 200 peserta pada hari Senin, Rabu, dan Kamis,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pemeriksaan bebas narkoba, dr Edi memastikan tidak ada kendala berarti. Namun, ia mengakui bahwa sistem pembayaran non-tunai belum diterapkan sepenuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved