Berita Aceh Timur
Penjagaan di Kamp Rohingya Aceh Timur Cukup Ketat, Dikawal Siang Malam, Mengapa Imigran Bisa Kabur?
Marwan, seorang warga setempat menjelaskan, bahwa penjagaan malam hari melibatkan enam orang, terdiri atas tiga petugas keamanan dan tiga warga.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Kamp pengungsian sementara bagi imigran Rohingya di Gampong Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur dijaga ketat setiap hari dengan prosedur pengamanan yang melibatkan empat hingga enam petugas.
Namun, fenomena kaburnya para pengungsi asal Myanmar itu tetap berlanjut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Marwan, seorang warga setempat menjelaskan, bahwa penjagaan malam hari melibatkan enam orang, terdiri atas tiga petugas keamanan dan tiga warga.
Sementara itu, pada siang hari, ada empat penjaga, dua di antaranya petugas keamanan, dan dua lainnya berasal dari masyarakat setempat.
"Kalau siang ada empat penjaga, malam hari ada enam penjaga," ungkap Marwan saat ditemui oleh Serambinews.com.
Namun, meskipun dengan pengawasan yang dianggap ketat, kabar mengenai kaburnya para pengungsi terus ada.
Dalam sepekan terakhir, sebanyak 20 pengungsi Rohingya dilaporkan meninggalkan kamp, menyisakan 379 orang dari jumlah awal sebanyak 399 pengungsi.
Dari total tersebut, tercatat 180 laki-laki dan 199 perempuan.
UNHCR bungkam
Hingga kini, belum ada jawaban pasti terkait alasan para pengungsi melarikan diri dan bagaimana bisa mereka melarikan diri.
Pihak UNHCR di wilayah Aceh Timur saat dimintai keterangan menyatakan, bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk menjawab secara langsung.
"Kalau untuk wawancara biasanya kita refer ke ‘PR’ di Jakarta. Protokolnya seperti itu. Yang di Jakarta juga mengerti kondisi di lapangan karena staf lapangan selalu update ke Jakarta," ujar Ari Nainggolan dari UNHCR wilayah Aceh Timur.
Sementara itu, absennya langkah konkret dari pihak terkait menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.
Fenomena ini juga memunculkan pertanyaan mendalam mengapa bisa imigran Rohingya melarikan diri dan siapa yang membantu mereka kabur?
Pasalnya, para imigran tidak tahu letak geografis Kabupaten Aceh Timur.
Hingga kini, misteri ini masih menunggu jawaban.
Keberadaan para pengungsi yang melarikan diri pun belum diketahui dengan pasti.
Kasus ini menjadi tantangan besar bagi semua pihak untuk mengevaluasi pengelolaan kamp dan mencari solusi yang lebih baik bagi para pengungsi Rohingya.(*)
Rohingya
pengungsi Rohingya
Imigran Rohingya
kamp Rohingya
Rohingya kabur
Aceh Timur
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Bupati Al-Farlaky Bagi-bagi Alsintan untuk Brigade Pangan di Aceh Timur |
|
|---|
| Titik Panas di Aceh Timur Lenyap Setelah Sepekan, Cuaca Kembali Normal |
|
|---|
| Direktur RSUD Zubir Mahmud Hadiri Rapat Asistensi PPK BLUD |
|
|---|
| Menabung 14 Tahun dari Uang Jajan, Nek Maimunah 95 Tahun Akhirnya ke Tanah Suci |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Siapkan Lahan Untuk Kantor Haji dan Umroh Kabupaten Aceh Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kamp-pengungsian-sementara-Imigran-Rohingya-di-Aceh-Timur.jpg)