Internasional
Trump Kembali ke Gedung Putih, Memulai Era Pergolakan Baru
Pelantikan ini akan diadakan di tengah pengamanan yang sangat ketat, mengingat potensi ancaman kekerasan politik yang meningkat, termasuk dua percobaa
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Pihak berwenang juga waspada terhadap potensi serangan dari kelompok-kelompok ekstremis, yang menunjukkan tingginya ketegangan politik saat ini.
Beberapa insiden kekerasan politik, seperti serangan yang dilakukan oleh seorang veteran Angkatan Darat yang terinspirasi oleh ISIS, semakin memperburuk situasi.
Di tengah kemegahan pelantikan, Trump akan segera menandatangani sejumlah perintah eksekutif untuk memulai agenda kebijakannya.
Ini termasuk penguatan kebijakan imigrasi, deklarasi keadaan darurat di perbatasan AS-Meksiko, dan kemungkinan penghapusan peraturan lingkungan yang diterapkan oleh pemerintahan Biden.
Namun, banyak tindakan eksekutif yang diusulkan ini diperkirakan akan menghadapi tantangan hukum di pengadilan, yang bisa memperlambat implementasinya.
Trump juga akan menjadi presiden pertama dalam sejarah modern AS yang menduduki Gedung Putih setelah menghadapi berbagai masalah hukum, termasuk dakwaan terkait pemalsuan catatan bisnis dan upaya untuk menutup-nutupi pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film porno.
Meski sudah divonis bersalah dalam kasus ini, Trump berhasil lolos dari hukuman karena statusnya sebagai calon presiden.
Selain itu, ia juga terbebas dari dua dakwaan federal lainnya, terkait dengan upaya membatalkan pemilu 2020 dan penyimpanan dokumen rahasia, berkat kebijakan Departemen Kehakiman yang melarang penuntutan terhadap presiden yang sedang menjabat.
Pelantikan Trump menandai dimulainya babak baru dalam sejarah politik Amerika Serikat yang penuh ketegangan, dengan berbagai kebijakan kontroversial yang akan membentuk arah negara ini dalam empat tahun mendatang.
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|