Teror Buaya
Berhasil Ditangkap, Buaya Seruway Dilepasliarkan ke Sungai Alurpinang
Pelepasliaran ini dilakukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VII bersama aparat TN/Polri dan perangkat kampung....
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Seekor buaya yang ditangkap warga di Sungaikuruk II, Seruway, Aceh Tamiang telah dilepasliarkan ke Sungai Alurpinang, Selasa (28/1/2025).
Pelepasliaran ini dilakukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VII bersama aparat TN/Polri dan perangkat kampung. Buaya tersebut dievakuasi menggunakan kendaraan dinas TNI dengan kondisi terikat.
“Sudah dikembalikan ke habitatnya, di Sungai Alurpinang,” kata Datok Penghulu Kampung Sungaikuruk II, Ramadanil, Selasa (28/1/2025).
Ramadanil mengingatkan kalau jumlah buaya di kampungnya diprediksi mencapai 50 ekor. Artinya kata dia, masih ada 49 ekor yang masih meneror keselamatan warga.
“Warga kami sangat dirugikan, sudah berapa banyak ternak yang dimangsa buaya,” kata dia.
Dia berharap ada penanganan serius dari pihak berwenang agar kehidupan masyarakat kembali normal. “Warga kami takut beraktivitas karena buaya sudah masuk ke perkarangan,” ujarnya.
Diketahui buaya yang dilepasliarkan ini sebelumnya ditangkap warga saat menampakkan diri di jalan umum, Senin (27/1/2025) malam.
Keberadaan buaya ini pertama kali diketahui tiga warga yang baru selesai memancing ikan. Separuh badan hewan buas itu berada di parit, sedangkan separuh badan lagi berada di atas jalan.
“Bagian kepala di atas jalan, seperti sedang mengintai mangsa,” jelasnya.
Walau sempat panik, ketiga warga itu kemudian berinisiatif menangkap buaya. Berbekal tali dan karung goni, buaya sepanjang 2,5 meter itu berhasil ditangkap dan diamankan di perkarangan rumah penduduk.
“Lebarnya satu papan, panjang 2,5 meter. Beruntung tidak ada korban dari pihak warga,” ujarnya.
Ramadanil memastikan kemunculan buaya di jalan umum ini semakin meresahkan karena merupakan areal permukiman. Dia berarap teror binatang buas ini ditangani serius karena sudah sangat merugikan masyarakat.
“Kami berharap ada langkah serius dari BKSDA dan KPH, masyarakat sangat dirugikan karena ternaknya sudah banyak dimangsa,” ujarnya.
Diprediksi populasi buaya di Sungaikuruk II mencapai 50 ekor. Pertumbuhan populasi ini mulai terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-mengevakuasi-buaya-Seruway.jpg)