Selasa, 21 April 2026

Berita Luar Negeri

Dunia 24 Jam: China Menentang AS, Pemberontak Kuasai Kota Besar di Kongo, Denmark Hadapi Trump

Sementara China menentang keputusan deportasi AS, dan mengatakan bahwa mereka siap menampung warganya yang dideportasi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
The Telegraph
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping 

Dunia 24 Jam: China Menentang AS, Pemberontak Kuasai Kota Besar di Kongo, Denmark Hadapi Trump

SERAMBINEWS.COM – Serangkaian peristiwa terjadi di belahan dunia dalam 24 jam terakhir, Selasa (28/1/2025).

Sorotan terpenting adalah kebijakan Presiden Donald Trump yang membuat sejumlah negara berkonflik dengan AS.

Dimana Kolombia mendapat ancaman dari AS jika menolak penerbangan deportasi.

Sementara China menentang keputusan deportasi AS, dan mengatakan bahwa mereka siap menampung warganya yang dideportasi.

Disisi lain, Denmark berusaha memperkuat sistem militernya di dekat kawasan Arktik untuk menghadapi kepentingan Trump yang jika sewaktu-waktu ingin mecaplok kawasan tersebut.

Di Afrika, para pembrontak Kongo berhasil menguasai kota besar di negara itu.

Berikut rangkuman peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir di berbagai dunia.

1. China Menentang AS, dan Siap Menampung Kembali Warganya

Selama konferensi pers pada Selasa (28/1/2025), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ninh mengatakan bahwa Beijing berkomitmen untuk menerima warga negara Tiongkok yang tidak memiliki dokumen di AS.

“Tiongkok akan menerima orang-orang yang dipastikan menjadi warga negara Tiongkok kembali ke negaranya, setelah verifikasi,” jawab Mao Ninh ketika seorang wartawan bertanya apakah Beijing akan menerima warga negara yang menetap di AS atau tidak?

“Pemerintah China dengan tegas menentang segala bentuk migrasi ilegal,” tambah Mao Ninh.

Menurut pemerintah AS, pada tahun 2022, akan ada sekitar 210.000 migran China tidak berdokumen yang tinggal di AS, termasuk mereka yang berasal dari Hong Kong dan Makau.

Jumlah ini meningkat setelah pandemi Covid-19 dikendalikan, kata Washington.

Sejak tahun 2024, China telah menerima 4 penerbangan yang membawa orang yang dideportasi pulang ke negaranya, demikian diumumkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

2. Ketegangan AS-Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menghindari bencana ekonomi pada menit-menit terakhir ketika Presiden AS Trump mengancam akan mengenakan tarif karena Kolombia menolak menerima penerbangan deportasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved