Berita Luar Negeri
Dunia 24 Jam: China Menentang AS, Pemberontak Kuasai Kota Besar di Kongo, Denmark Hadapi Trump
Sementara China menentang keputusan deportasi AS, dan mengatakan bahwa mereka siap menampung warganya yang dideportasi.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Dunia 24 Jam: China Menentang AS, Pemberontak Kuasai Kota Besar di Kongo, Denmark Hadapi Trump
SERAMBINEWS.COM – Serangkaian peristiwa terjadi di belahan dunia dalam 24 jam terakhir, Selasa (28/1/2025).
Sorotan terpenting adalah kebijakan Presiden Donald Trump yang membuat sejumlah negara berkonflik dengan AS.
Dimana Kolombia mendapat ancaman dari AS jika menolak penerbangan deportasi.
Sementara China menentang keputusan deportasi AS, dan mengatakan bahwa mereka siap menampung warganya yang dideportasi.
Disisi lain, Denmark berusaha memperkuat sistem militernya di dekat kawasan Arktik untuk menghadapi kepentingan Trump yang jika sewaktu-waktu ingin mecaplok kawasan tersebut.
Di Afrika, para pembrontak Kongo berhasil menguasai kota besar di negara itu.
Berikut rangkuman peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir di berbagai dunia.
1. China Menentang AS, dan Siap Menampung Kembali Warganya
Selama konferensi pers pada Selasa (28/1/2025), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ninh mengatakan bahwa Beijing berkomitmen untuk menerima warga negara Tiongkok yang tidak memiliki dokumen di AS.
“Tiongkok akan menerima orang-orang yang dipastikan menjadi warga negara Tiongkok kembali ke negaranya, setelah verifikasi,” jawab Mao Ninh ketika seorang wartawan bertanya apakah Beijing akan menerima warga negara yang menetap di AS atau tidak?
“Pemerintah China dengan tegas menentang segala bentuk migrasi ilegal,” tambah Mao Ninh.
Menurut pemerintah AS, pada tahun 2022, akan ada sekitar 210.000 migran China tidak berdokumen yang tinggal di AS, termasuk mereka yang berasal dari Hong Kong dan Makau.
Jumlah ini meningkat setelah pandemi Covid-19 dikendalikan, kata Washington.
Sejak tahun 2024, China telah menerima 4 penerbangan yang membawa orang yang dideportasi pulang ke negaranya, demikian diumumkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
2. Ketegangan AS-Kolombia
Presiden Kolombia Gustavo Petro menghindari bencana ekonomi pada menit-menit terakhir ketika Presiden AS Trump mengancam akan mengenakan tarif karena Kolombia menolak menerima penerbangan deportasi.
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
| Stok BBM Filipina Sisa 45 Hari, Status Darurat Energi Ditetapkan, Apa Konsekuensinya? |
|
|---|
| Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Tangki Bahan Bakar Meledak di Tengah Perang AS-Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-as-dan-china.jpg)