Tradisi

Mahasiswa KKN Unimal Ikut Lestarikan Tradisi Kenduri Blang di Aceh Utara

Acara yang penuh makna ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan doa agar tanaman padi yang ditanam di sawah atau blang terhindar dari

Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Teks Foto Mahasiswa KKN Kelompok 258 Unimal turut melestarikan tradisi adat Kenduri Blang yang sudah menjadi warisan budaya di Gampong Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 258 Universitas Malikussaleh (Unimal) turut melestarikan tradisi adat Kenduri Blang yang sudah menjadi warisan budaya di Gampong Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Acara yang penuh makna ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan doa agar tanaman padi yang ditanam di sawah atau blang terhindar dari hama serta bencana.

Kenduri Blang dimulai dengan penyembelihan domba yang kemudian dimasak oleh warga.

Selanjutnya, doa bersama dipanjatkan agar hasil panen diberkahi dan desa dijauhkan dari segala malapetaka.

Hidangan yang telah disiapkan dibagikan kepada seluruh warga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas hasil bumi yang telah diperoleh.

“Mahasiswa KKN Kelompok 258 tidak sekadar menyaksikan tradisi tersebut, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan,” ujar TM Meutuah perwakilan mahasiswa, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Selasa (28/1/2025).

Ia mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat langsung. "Ini pengalaman yang sangat berharga. Selain bisa belajar tentang budaya lokal yang sangat kaya, kami juga merasa sangat diterima oleh masyarakat setempat," ujarnya.

Tgk Imun Gampong Matang Manyam, Syarwani, yang merupakan tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa Kenduri Blang telah dilaksanakan secara turun-temurun.

"Acara ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga untuk memohon agar tanaman padi kami terhindar dari hama dan bencana. Kami menjaga tradisi ini agar tetap hidup di tengah generasi muda," kata Syarwani.

Keterlibatan mahasiswa KKN Unimal dalam acara ini tidak hanya mempererat hubungan antara mereka dengan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian tradisi yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur.

Diharapkan dengan peran serta generasi muda, tradisi Kenduri Blang dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya yang tak ternilai.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved