Tradisi
Mengulik Tradisi Makan Adat Suku Singkil
Menu makanan yang disajikan dalam mangan mekhadat adalah nasi, kepala kambing serta makanan istimewa lainnya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi l Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Suku Singkil, yang mendiami Kabupaten Aceh Singkil, memiliki tradisi makan adat yang biasa digelar dalam acara pesta dan acara istimewa.
Dalam bahasa Singkil, makan adat tersebut disebut mangan mekhadat.
Tradisi mangan mekhadat mengajarkan etika dan tata krama makan.
Menu makanan yang disajikan dalam mangan mekhadat adalah nasi, kepala kambing serta makanan istimewa lainnya.
Makanan disajikan dalam dalong yang dikenal juga dengan sebutan dulang atau nampan.
Dalong tempat hidangan telah dipasang sarung kain yang didesain sedemikian rupa sesuai adat istiadat setempat. Sehingga terlihat menonjol di tengah-tengah para pria yang duduk bersila.
Dalam tradisi mangan mekhadat dalong yang disajikan harus ganjil. Minimal satu maksimal sembilan sesuai kemampuan yang punya acara.
"Jumlahnya sesuai kemampuan yang pasti jumlahnya ganjil minimal satu maksimal sembilan," kata Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, Zakirun Pohan, Minggu (2/2/2025).
Penempatan dalong ada aturannya. Tak sembarang orang bisa mendapat suguhan dalong berisi makanan istimewa dari yang punya acara.
Dalong berisi kepala kambing merupakan sajian untuk pimpinan tertinggi. Pada masa lalu adalah raja.
Sedangkan masa kini dalam prosesi mangan mekhadat pada pesta di kampung, dalong berisi kepala kambing bisanya disajikan kepada pimpinan tertinggi yang hadir seperti keuchik (kepala desa).
Sebagai penandanya pimpinan tertinggi duduk di dekat tiang yang dibungkus kain warna kuning.
Selain pimpinan tertinggi yang mendapat sajian makan berdalong dalam mangan mekhadat adalah imam, puhun (paman), bapak memberu (adik ipar laki-laki), bapak penguda (saudara laki-laki paling tua), anak bayo (menantu) dan senina (saudara laki-laki) atau turang (saudara perempuan).
Berikutnya tokoh yang disegani sebanyak dua orang. Sehingga jumlahnya sembilan orang.
| Tradisi Kenduri Blang Digelar di Krueng Sabee Aceh Jaya, Bupati dan Kadis Pertanian Hadir |
|
|---|
| Mahasiswa KKN Unimal Ikut Lestarikan Tradisi Kenduri Blang di Aceh Utara |
|
|---|
| 200 Peserta Ikut Lomba Teut Apam di Mutiara Timur, Pidie |
|
|---|
| Ratusan Warga Lueng Putu Pijay Gelar Kenduri Apam Massal Peringati Tradisi Bulan Rajab |
|
|---|
| Jaboi Village Festival 2023, Wadah Masyarakat Lestarikan Tradisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tradisi-6373.jpg)