Luar Negeri
Pesawat American Airlines Tabrak Helikopter Black Hawk, Tak Ada yang Selamat, 19 Jasad Ditemukan
Akibat tabrakan itu, pesawat yang mengangkut kira-kira 60 orang penumpang dan 4 kru tersebut jatuh ke Sungai Potomac.
Menurut Donnelly, upaya pencarian ini menghadapi berbagai tantangan.
Salah satunya adalah air sungai yang sangat dalam.
“Tantangannya adalah akses. Kedalaman air tempat kami beroperasi sekitar 8 kaki, berangin, dan ada bongkahan es di sana, jadi sangat berbahaya dan sulit untuk bekerja di sana,” kata Donnelly, dikutip dari CNN.
Tidak hanya kedalaman, tetapi air yang berwarna gelap juga menjadi kendala dalam upaya pencarian.
“Airnya gelap dan keruh, dan itu kondisi yang sangat sulit bagi mereka untuk menyelam," jelasnya.
“Jika Anda bayangkan, sungai itu seperti titik hitam besar di malam hari tanpa ada lampu di atasnya, kecuali beberapa lampu pelampung," tambahnya.
Donelly menjelaskan bahwa upaya pencarian korban dan penyelidikan diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.
Kata saksi soal tabrakan pesawat di Amerika
Saksi bernama Ari Schulman menyebutkan, ada percikan api besar ketika tabrakan terjadi. Ia melihatnya saat berkendara pulang.
"Awalnya saya melihat pesawat itu dan tampak baik-baik saja, normal. Pesawat itu hampir mendarat," katanya kepada CNN.
"Tiga detik kemudian, saat itu pesawat miring ke kanan... Saya bisa lihat bagian bawahnya, menyala kuning terang, dan ada percikan api di bawahnya," tambah Schulman.
Sementara itu, warga Washington DC bernama Abadi Ismail mengungkapkan, ia mendengar dua suara ledakan yang tak biasa.
"Saya dengar dua suara ledakan tak biasa, saya belum pernah mendengarnya," ucap pria berusia 38 tahun itu kepada CNN.
Menurutnya, suaranya seperti ledakan di medan perang. Ia pun langsung menuju jendela, tetapi yang dilihatnya tinggal asap.
| Kontroversi Paspor AS Bergambar Donald Trump Picu Kritik soal Narsisme Kekuasaan |
|
|---|
| Kapal Pesiar Mewah Rusia Lolos Blokade Iran di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Dapat “Lampu Hijau” untuk Aksi Militer di Kuba |
|
|---|
| Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome |
|
|---|
| Singapura: Selat Malaka Lebih Rentan daripada Selat Hormuz jika AS–China Perang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tabrakan-pesawat-American-Airlines-dan-Helikopter-Black-Hawk.jpg)