Berita Jakarta

Dosen ASN dari Daerah Mulai Berdatangan ke Jakarta, Gelar Demo Tuntut Tukin di Istana Senin Lusa

“Kami tidak meminta belas kasihan, kami menuntut hak kami yang telah tertunda selama 5 tahun,” tegas Anggun dengan penuh keyakinan.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok ADAKSI
DEMO DOSEN ASN - Koordinator Aksi Tuntut Tukin ADAKSI, Anggun Gunawan mengantarkan surat pemberitahuan aksi damai ke Sekretariat Kabinet RI pada Kamis (30/1/2025). 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Para dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) mulai berangkat ke Jakarta untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran pada Senin (3/2/2025) lusa.

Mereka menuntut pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) yang telah lama tertunda serta keadilan bagi seluruh dosen ASN di lingkungan Kementerian Pendidikan Teknologi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Para dosen yang tergabung dalam aliansi ini secara tegas menyatakan bahwa hak mereka yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 80 tentang ASN, telah diabaikan selama bertahun-tahun.

Tukin yang sejak 2012, telah dibayarkan untuk dosen ASN di kementerian lainnya, tidak diterima oleh dosen di Kemdiktisaintek, meskipun mereka memiliki tanggung jawab dan beban yang sama dalam dunia pendidikan dan riset.

Ketua Koordinator Nasional (Kornas) ADAKSI Pusat, Anggun Gunawan dalam pernyataannya kepada media menegaskan, bahwa aksi ini akan tetap berlangsung, meskipun banyak upaya yang mencoba menghalangi.

“Kami tidak meminta belas kasihan, kami menuntut hak kami yang telah tertunda selama 5 tahun,” tegas Anggun dengan penuh keyakinan.

Kesiapan para dosen untuk berangkat ke Jakarta menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Koordinator Wilayah (Korwil) ADAKSI di berbagai provinsi telah berkoordinasi dengan solid, memastikan keberangkatan dosen dari setiap daerah.

Banyak dosen dari daerah-daerah terjauh, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua, sudah mulai bergerak dengan berbagai sarana transportasi, baik darat, laut, hingga udara.

“Saat ini, koordinasi kami sangat solid! Bahkan ada yang melaporkan dosen-dosen dari Sulawesi sudah naik kapal laut, sementara yang lain dalam perjalanan darat. Ini semangat yang luar biasa,” ujar Anggun dengan haru.

Solidaritas juga datang dari dosen-dosen yang tidak dapat berangkat. 

Mereka rela menyumbangkan dana untuk membantu rekan-rekan mereka yang akan berangkat ke Jakarta.

Hal ini menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi, tetapi sebuah perjuangan moral untuk menuntut keadilan.

Meskipun pihak keamanan hanya menerima laporan tentang jumlah massa yang akan ikut aksi sebanyak sekitar 300 orang, Anggun menyebutkan bahwa sebenarnya jumlahnya jauh lebih besar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved