Jumat, 5 Juni 2026

Tradisi

Mengulik Tradisi Makan Adat Suku Singkil

Menu makanan yang disajikan dalam mangan mekhadat adalah nasi, kepala kambing serta makanan istimewa lainnya. 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
TRADISI ADAT SINGKIL -  Tradisi makan adat dalam acara pesta di Kabupaten Aceh Singkil  

Singkil ditetapkan sebagai salah satu suku di Provinsi Aceh, sejak 2007 lalu. 

Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2007.

Sebagai sebuah entitas suku maka, sudah inklusif di dalam suku Singkil ada bahasa, adat istiadat, kesenian, pakaian adat dan rumah adat. 

Perjuangan untuk mendapat pengakuan bahwa Singkil, merupakan entitas suku di Aceh, telah melalui perjalanan panjang. 

Babak barunya ketika Aceh Singkil, terbentuk menjadi kabupaten tahun 1999. 

Dengan menjadi kabupaten, suku Singkil bisa tampil membawa nama daerah dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) IV tahun 2004 di Banda Aceh.

Penampilan adat, seni dan budaya Singkil itu, mematik kaum intelektual melakukan penelitian. 

Hingga akhirnya Singkil, ditetapkan menjadi entitas suku di Provinsi Aceh pada tahun 2007.

Merujuk pada sejumlah literasi, suku Singkil yang sehari-hari menuturkan bahasa Singkil, mulai masuk dalam catatan kira-kira abad ke-15 Masehi. 

Penuturnya diperkirakan berada di daerah aliran sungai Lae Sungkhaya (Soraya) dan Lae Cinendang. 

"Orang Singkil dan kerajaan Singkel yang berdomisili di daerah aliran sungai Lae Sungkhaya dan Lae Cinendang telah ada sejak abad ke-15 M. Bahkan diperkirakan sudah jauh sebelumnya, tetapi tidak dapat diketahui lagi tahunnya," kata Drs Mu'adz Vohry, MM dalam buku Nanggakh Basa Singkil. 

Suku Singkil yang biasa menyebut dirinya kalak (orang) kampung menyebar setidaknya di tiga kabupaten/kota di Aceh. 

Paling dominan tentu saja di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. 

Dua daerah bertetangga itu, merupakan tempat lahirnya entitas suku Singkil. 

Satu lagi suku Singkil, menyebar secara terbatas di Kabupaten Aceh Tenggara. 

Sebagai penandanya di kabupaten itu terdapat penutur bahasa Singkil.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved