Berita Banda Aceh

Maraknya Fenomena LGBT, Kajian KWPSI Bahas Soal Peran Ayah Cegah Anak Terjerumus Pergaulan Bebas

Menurut data yang dikemukakan oleh Ustaz Yasir, sejak tahun 2004 hingga 2024, tercatat sebanyak 1.735 kasus HIV/AIDS di Aceh, di mana mayoritas penyeb

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/HO
KAJIAN KWPSI - Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly (YWHA) sekaligus Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Muhammad Yasir SAg MA saat mengisi kajian KWPSI di Masjid Al Mukarramah Gampong Mulia, Banda Aceh, Rabu (5/2/2025) malam. Kajian yang mengangkat tema maraknya fenomena LGBT tersebut membahas soal peran ayah dalam mencegah anak agar tidak terjerumus pergaulan bebas. (SERAMBINEWS.COM/HO) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Organisasi wartawan yang mengawal pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menggelar kajian di Masjid Al Mukarramah Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Kajian yang digelar pada Rabu (5/2/2025) malam tersebut mengangkat tema "Fenomena LGBT dan Tantangan Keluarga: Dimana Peran Ayah?", yang diisi oleh Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly (YWHA) Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf SAg MA.

Tema tersebut menjadi topik pembahasan dalam kajian rutin yang digelar KWPSI mengingat maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda, termasuk fenomena Lesbian, Gay, Bioseksual dan Transgender atau lebih sering disebut sebagai LGBT.

Dalam pemaparannya, Ustaz Yasir menekankan bahwa salah satu penyebab generasi muda Aceh terjerumus dalam pergaulan bebas, khususnya fenomena LGBT adalah karena kurangnya perhatian orang tua, terutama peran ayah terhadap anaknya. 

Hal ini sejalan dengan penelitian Universitas Michigan yang menyebutkan bahwa anak yang tidak mendapatkan pendidikan dari ayahnya lebih rentan mengalami penyimpangan perilaku.

"Salah satu hasil riset mereka menyatakan, anak yang tidak mendapat pendidikan dari ayahnya dia akan hidup dengan penyimpangan seksual," kata Ustad Yasir.

Baca juga: KWPSI Kembali Gelar Kajian Islam, Angkat Tema Syariat Islam Melonggar, Prostitusi Beraksi?

Baca juga: Yayasan Rumah Kita Berencana Gelar FGD Terkait Fenomena LGBT di Kota Subulussalam 

Di Aceh, fenomena pergaulan bebas dan LGBT ini bisa dilihat dari angka kasus HIV/AIDS yang terus meningkat.

Menurut data yang dikemukakan oleh Ustaz Yasir, sejak tahun 2004 hingga 2024, tercatat sebanyak 1.735 kasus HIV/AIDS di Aceh, di mana mayoritas penyebarannya berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL).

"Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk sikap, perilaku, dan karakter anak. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi yang intens dengan anak. Apalagi saat ini, arus teknologi begitu deras, di mana ponsel pintar selalu melekat di tangan anak-anak kita," ujar Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry tersebut.

Ustaz Yasir juga mengungkapkan bahwa dalam Al-Qur'an terdapat 17 ayat yang menceritakan dialog antara anak dan orang tua, di mana 14 di antaranya berfokus pada dialog ayah dengan anak.

Sebagai contoh, dalam surah Al-Baqarah ayat 133, disebutkan percakapan antara Nabi Ya'qub dengan anak-anaknya mengenai ketauhidan.

Begitu juga dalam surah Luqman ayat 13-19, yang memuat nasihat Lukmanul Hakim kepada anaknya.

Baca juga: Dilapor KDRT dan Penyimpangan Seksual Terhadap Sang Istri, Begini Kata Pihak Rizal Djibran

Dalam kajian tersebut, Akademisi UIN Ar-Raniry ini menjelaskan, menurut Al-Qur'an peran ayah dalam pendidikan anak meliputi berbagai aspek, di antaranya:

1. Sebagai pemimpin dan pendakwah dalam keluarga

Ustad Yasir menjelaskan, seorang ayah bertanggung jawab membimbing keluarganya agar tidak terjerumus dalam keburukan.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam surah At-Tahrim ayat 6.

"Ayah memiliki tanggung jawab utama membimbing keluarganya agar tak terjerumus dalam api neraka yang bahan bakarnya berasal dari manusia dan batu, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam surah At-Tahrim ayat 6," papar Ustad Yasir.

2. Menanamkan tauhid dan membentuk akhlakul karimah 

Seorang ayah, sambung Ustad Yasir, juga memiliki kewajiban menanamkan nilai-nilai keislaman dan moralitas dalam diri anak.

"Peran ayah terhadap anaknya juga untuk menanamkan tauhid, mendidik akhlakul karimah sekaligus perilaku anak," sebut Ustad Yasir.

3. Mendidik dengan kasih sayang 

Islam juga menekankan pentingnya kasih sayang dalam proses pendidikan anak.

Oleh sebab itu, jelas Ustad Yasir, ayah juga diharuskan mendidik anaknya dengan kasih sayang.

"Meskipun ayah memiliki tanggung jawab dalam kepemimpinan, Islam juga menekankan pentingnya kasih sayang perihal dalam mendidik si anak," kata Ustad Yasir.

Baca juga: Terungkap Alasan Tingginya Pernikahan Dini di Aceh Besar, Putus Sekolah hingga Takut Pergaulan Bebas

4. Menafkahi dan memberikan pendidikan duniawi

Terakhir, seorang ayah juga berperan dalam menafkahi dan memberikan pendidikan duniawi pada anak.

Ustad Yasir menjelaskan, seorang ayah harus memastikan kesejahteraan dan pendidikan anaknya.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an surah An-Nisa ayat 9.

"Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka..." ujar Ustad Yasir memaparkan arti dari ayat Al Quran yang dimaksud.

Pada sesi akhir materinya, Ustad Yasir kembali menekankan, bahwa kasus pergaulan bebas dan LGBT yang marak terjadi di Aceh tidak lepas dari kurangnya peran ayah dalam mendidik anak.

Baca juga: Pendidikan Seks Pada Anak Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerkosaan dan Pergaulan Bebas

Oleh karena itu, ia mengajak semua orangtua untuk membangun komunikasi dengan anak-anaknya.

"Ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam Islam agar mereka tidak terjerumus dalam jurang kemaksiatan," tutup Ustaz Yasir.

Adapun Kajian KWPSI yang digelar pada Rabu malam itu turut didukung oleh Asar Humanity, Dosi Elfian Smart Speaking, dan Boen.TM.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved