Berita Kutaraja

Sindikat Narkoba Jaringan Aceh-Malaysia Digulung, 33 Kg Sabu & 262 Ribu Butir Ekstasi Disita

Sebanyak  33 kg sabu berhasil diamankan Tim BNN Provinsi Aceh  beserta anggota sindikat. Tak hanya sabu, BNN juga menyita 262.000 butir pil ekstasi.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
PELAKU PEREDARAN NARKOBA - Pelaku peredaran narkoba asal Muara Dua, Lhokseumawe saat diamankan oleh petugas BNN Aceh, Jumat (7/2/2025). BNN Aceh berhasil membongkar jaringan narkoba Aceh-Malaysia dengan mengamankan 33 kg sabu dan 262 ribu butir ekstasi. 

Di tengah perjalanan, mobil Toyota Innova Reborn yang dikendarai pelaku dicegat petugas BNN Aceh. 

Dari tangan pelaku, berhasil diamankan 11 karung ganja dengan berat 184 kg.

Penangkapan ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang mengatakan mengetahui adanya penjualan ganja yang dipacking dan diantarkan dengan menggunakan mobil. 

Tim BNN melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku saat akan mengantar barang ke daerah Nisam.  

“Saat ini, tim intelijen BNNP Aceh sedang melakukan analisis intelijen dan pengembangan terkait dengan jaringan lainnya serta ⁠melakukan forensik terhadap alat komunikasi yang ada dan elektronik lainnya," beber dia.

"BNNP juga m⁠elakukan profiling serta pengejaran terhadap nama-nama yang diduga akan menerima paket narkotika jenis ganja tersebut,” tambah Marzuki. 

Kepala BNN Provinsi Aceh ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam memberikan informasi intelijen terkait pengungkapan peredaran narkoba. 

Katanya, informasi yang diberikan oleh masyarakat telah membantu BNN dalam mengungkap kasus sindikat narkoba internasional Aceh-Malaysia ini. 

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba. Informasi yang Anda berikan sangat berharga bagi kami," ujar Kepala BNN Provinsi Aceh.

Kepala BNN Provinsi Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan informasi terkait narkoba melalui saluran yang telah disediakan oleh BNN, baik melalui hotline, website, maupun media sosial. 

"Kami menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh masyarakat," tegasnya.

Sebagai informasi, BNN Provinsi Aceh telah melatih ratusan intelijen yang berasal dari masyarakat dan mereka ditempatkan di daerah-daerah rawan peredaran narkoba.  

Mereka diberi pelatihan oleh BNN dan kemudian disebar pada titik-titik daerah yang rawan akan peredaran narkotika, seperti di daerah pesisir laut, di tengah-tengah masyarakat, cafe-cafe dan juga daerah-daerah lingkungan kampus. 

Mereka para intelijen masyarakat selanjutnya memberikan laporan kepada tim BNN bila diketahui adanya informasi peredaran narkotika. 

BNN akan terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan masyarakat dalam rangka memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. 

"Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara BNN dan masyarakat, kita dapat mewujudkan Indonesia yang bebas dari narkoba," pungkasnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved