KUPI BEUNGOH
Kemajuan Teknologi Digital Dapat Membawa Dampak Kepada Dosen Sengsara Dalam Nikmat
Dosen sebagai fasilitator dapat melatih dan mendorong mahasiswa supaya mampu menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran
*) Oleh: Dr. H. Herman, M.A
KEMAJUAN teknologi digital telah membuka peluang yang sangat luas kepada dosen untuk melakukan perubahan dan perbaikan kearah yag lebih baik dan maju dalam menjalankan tugas substantif dan fasilitatif selaku dosen pengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dosen dalam mengembankan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat dituntut setiap saat dan waktu untuk melakukan inovasi-inovasi terhadap tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) selaku dosen dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pada saat terjun dalam masyarakat dan berhadapan dengan dunia kerja.
Di era teknologi digital, dosen dalam mengoperasionalkan kegiatan perkuliahan tidak hanya sebatas menggunakan sumber konvensional seperti buku cetak dan metode perkuliahan tradisional, akan tetapi harus memiliki akses ke dalam berbagai informasi yang lebih luas dan mendalam dalam perkulian.
Dalam kegaiatan perkuliahan harus menghadirkan teknologi digital melalui aplikasi atau platform video animasi, simulasi vitual dan game edukatif, supaya kegiatan perkulihan berlangsung interaktif dan menarik bagi mahasiswa.
Dosen dalam kegiatan perkuliahan harus senantiasa mendorong mahasiswa supaya mampu menciptakan karya-karya yang inovatif dan mengembagkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Dosen senantiasa dapat mempermudah mahasiswa melakukan kolaborasi dan komunikasi dengan teman-teman perkulihan, dan atau dengan teman-teman di berbagai belahan dunia melalui platform digital seperti google classroom, microsoft teams, dan zoom sehingga memungkinkan mareka berdiskusi, berbagi ide dan menyelesaikan tugas-tugas secara bersama.
Dosen sebagai fasilitator dapat melatih dan mendorong mahasiswa supaya mampu menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran, dan pada saat nanti berhadapan dengan dunia kerja.
Dosen dalam menjalankan tugas substantif dan fasilitas tersebut, kadang kala mengalami tekanan dan stres dalam menghadapi masalah-masalah teknis, mengelola waktu, dan menghadapi ekspektasi yang tinggi dari mahasiswa dan kampus.
Belum lagi terlalu banyak beban kerja seperti mengajar, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat serta kegiatan administrasi lainnya bagi dosen yang diberikan tugas tambahan.
Konon lagi, tugas yang mulia dan berat tersebut kurang dihargai dan diakui oleh atasan sehingga membuat dosen sedih dan kecewa seperti sengsara dalam nikmat.
Kurang Sumber Daya Pendidikan
Dosen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sering kali dihadapkan dengan sumber daya pendidikan yang sangat terbatas, seperti dana, fasilitas, dan atau perangkat teknologi serta kurang keterampilan bagi dosen menguasai teknologi digital dalam melaksanakan tugas secara efektif dan produktif.
Kekurangan sumber daya pendidikan tersebut membuat dosen sengsara dalam nikmat, karena untuk apa ada ide dan gagasan yang inovatif dari dosen sementara tidak bisa berbuat banyak untuk kemajuan mahasiswa dan kampus.
Konflik dengan Lingkungan Kerja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-H-Herman-MADosen-STAIN-Teungku-Dirundeng-Meulaboh.jpg)