Breaking News

Berita Pidie

Pengelolaan Finansial pada Bulan Ramadhan, Begini Penjelasan Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Pengelolaan Finansial Memasuki Bulan Ramadhan. Bergini Penjelasan Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
RAMADHAN - Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Tgk H Muhammad Yasir Yusuf MA memberi tausiah agama di Majdi Jami' Baiturrahman Cot Glumpang, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, Minggu (16/2/2025) subuh. 

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Tgk H Muhammad Yasir Yusuf MA  membahas secara riil kiat mengelola finansial menjelang memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H pada kegiatan Road show dakwah yang diselenggarakan oleh Jamaah Safari Subuh (JSS) Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie, Minggu (16/2/2025) yang dipusatkan di Masjid Jami' Baiturrahman, Cot Glumpang, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie.

Dalam tausiah agama selama 43 menit itu sosok guru besar yang mengasuh mata kuliah di Program Studi (Prodi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda itu secara gamblang menyinggung tentang tradisi masyarakat muslim di bulan Ramadhan.

Karena lebih kerap 'boros' dan tinggi dalam pengeluaran finansial selama Ramadhan. Terutama pada penambahan porsi menu saat berbuka.

Malahan para pedagang lebih meningkat intensitas dagangan lebih tinggi dalam melahirkan kuliner berkelas dalam meraup rupiah. 

Sebab, bulan Ramadhan merupakan bulan yang memiliki kebutuhan tinggi baik untuk konsumsi hingga pakaian baru.

"Sejatinya, 11 bulan kerja semestinya 1 bulan untuk pengabdian kepada Allah SWT demi peningkatan kapasitas iman dan amal  khususnya di bulan seribu kebajikan," ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

Maka selama puasa kelola finansial uang yang bersisa dalam genggaman, dengan memperbanyak sedekah, infak serta dengan membeli penganan berbuka untuk diberikan kepada para hamba Allah yang berpuasa. 

Ini pengelolaan finansial yang 'Jroeh' dengan menuai ganjaran terbaik di Mata Yang Kuasa.

Menurut putra kelahiran Ulim, Kabupaten Aceh Timur itu, bahwa, jika 11 bulan lain di luar Ramadhan  kehidupan dapur pacu mesin bekerja lebih kencang, maka satu bulan terakhir puasa mesin kerja mestinya di Off-kan agar dapat meraih keberkahan dengan kelipatan pahala ganda.

"Karenanya siapapun yang mengakhiri hidupnya dalam bulan Ramadhan dan lalu memenuhi panggilan Illahi (Meninggal) maka ganjaran jauh lebih tinggi derajatnya," ujarnya.

Selain itu kenapa amalnya tidak diperkenankan oleh Allah SWT ?. 

Maka jawaban itu adalah terkontaminasi dengan harta haram. 

Satu biji zarrah harta haram, maka tidaklah diterima oleh Nya hingga berbilang waktu sampai 44 hari. 

Baca juga: Sidak Pasar Al-Mahirah Jelang Ramadhan, Illiza: Harga Kebutuhan Pokok Stabil

 Jadi ketika Sie Meugang (Daging Meugang) dibeli oleh sang suami, tanyakanlah apakah ini bersumber uang halal atau haram. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved