Berita Banda Aceh

Tujuh Komoditas Ini Berpotensi Naik Jelang Ramadhan, BI Aceh Imbau Masyarakat Belanja Bijak

KPwBI Aceh mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarkat menjelang Ramadhan 2025.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/FIRDHA USTIN
Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini (dua dari kiri) menyampaikan pihaknya gencar menggalakkan kampanye Belanja Bijak menjelang Ramadhan 1446 H, Senin (17/2/2025) di Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarkat menjelang Ramadhan 2025.

Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini menyebutkan, bulan Ramadhan seringkali diikuti dengan lonjakan inflasi, terutama karena adanya peningkatan konsumsi masyarakat. 

Kampanye "Belanja Bijak" yang digalakkan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dalam berbelanja, dengan memprioritaskan kebutuhan dan menghindari konsumsi yang berlebihan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak inflasi yang bisa terjadi saat permintaan barang dan jasa meningkat di bulan suci Ramadhan.

"Ramadhan dan Hari Raya biasanya inflasi akan meningkat makanya perlu digalakkan Belanja Bijak," ujar Agus Chusaini, Selasa (18/2/2025) di Banda Aceh.

Menurut Agus, ada tujuh komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Hal ini menjadi perhatian utama karena faktor permintaan yang meningkat menjelang Lebaran.

Baca juga: Dorong Digitalisasi hingga Kemandirian Finansial di Dayah, BI Aceh Bangun HIBITREN Lewat Wirausaha 

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan mencegah panic buying, Bank Indonesia juga mengedukasi masyarakat melalui kampanye Belanja Bijak untuk Ramadhan yang Lebih Berkah.

Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, memilih alternatif barang yang lebih terjangkau, serta menghindari penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan.

"Belanja bijak untuk Ramadhan yang lebih berkah, mengonsumsi secukupnya, beli secukupnya, bandingkan harga dengan harga terbaik, belanja barang pengganti jika barang yang akan dibeli mahal, tidak melakukan penimbunan barang serta menghindari panic buying," tambahnya. 

Selain itu, Bank Indonesia juga memperkuat upaya pengendalian inflasi dengan melakukan evaluasi TPID, koordinasi dengan pemerintah daerah, serta pemantauan harga secara berkala.

"Dengan penerapan strategi yang terarah dan sinergi bersama stakeholders, Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Aceh akan tetap tumbuh kuat, inflasi terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2025," tambahnya.

KPwBI Aceh juga menerapkan strategi 4K untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, ini mencakup keterjangkauan harga melalui pasar murah dan subsidi ongkos angkut, ketersediaan pasokan dengan peningkatan produksi dan distribusi pangan, kelancaran distribusi melalui kerja sama antar daerah, serta komunikasi efektif melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pemanfaatan data harga pangan.

Baca juga: Akhir Tahun 2024, BI Aceh Bahas Pengendalian Inflasi hingga Perkuat Hilirisasi Komoditas Pangan

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga barang, terutama menjelang periode dengan permintaan tinggi.

Sementara itu, inflasi Aceh pada Januari 2025 tetap terkendali di angka 1,61 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,17 % (yoy).

Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif listrik berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024, yang memberikan diskon 50?gi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA selama Januari dan Februari 2025.

Selain itu, perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di Aceh menunjukkan hasil positif, dengan 658.721 pengguna QRIS terdaftar, 178.926 merchant mengimplementasikan QRIS, dan 17,03 juta transaksi tercatat dengan nominal Rp2,09 triliun hingga Desember 2024. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved