Rabu, 27 Mei 2026

Pemimpin Katolik Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis, Harus Lakukan Transfusi Darah

Vatikan pada Sabtu (22/2/2025) memberikan pernyataan terbaru bahwa Paus Fransiskus dalam kondisi kritis.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Via Tribunnews.com
PAUS FRANSISKUS - Paus Fransiskus berada dalam kondisi kritis setelah menderita krisis pernapasan yang berkepanjangan saat dirawat karena pneumonia dan infeksi paru-paru yang kompleks. 

Dokter beberkan kondisi dan risiko Paus Fransiskus

Dikutip dari The Guardian, Minggu (23/2/2025), para dokter sudah memperingatkan sebelumnya bahwa ancaman utama yang dihadapi Paus adalah timbulnya sepsis, yaitu infeksi serius pada darah akibat komplikasi pneumonia.

Diketahui hingga Jumat, tidak ada bukti adanya sepsis dan Paus Fransiskus merespons semua obat yang diberikan oleh dokter.

Namun tes darah pada hari Sabtu menunjukkan bahwa Paus mengalami kondisi trombositopenia, di mana jumlah trombosit yang semakin menurun.

Trombosit adalah fragmen seperti sel yang beredar di dalam darah yang membantu membentuk gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan atau membantu penyembuhan luka.

Jumlah trombosit yang rendah dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk efek samping dari obat-obatan atau justru infeksi.

Paus Fransiskus yang menderita penyakit paru dan rentan terhadap bronkitis saat musim dingin, sudah dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma sejak tanggal 14 Februari setelah serangan bronkitis yang dideritanya memburuk selama seminggu.

Awalnya, dokter mendiagnosis Paus Fransiskus mengalami infeksi saluran pernapasan akibat virus, bakteri, dan jamur yang kompleks. Kemudian, diagnosa mengarah ke timbulnya pneumonia di kedua paru-parunya.

Dokter pun segera meresepkan “istirahat total” dan kombinasi kortison dan antibiotik, bersama dengan oksigen tambahan kapan pun saat Paus membutuhkannya.


Dr Sergio Alfieri, kepala bagian kedokteran dan bedah di rumah sakit Gemelli mengatakan, “Dia (Paus) tahu bahwa dia dalam bahaya. Dan dia meminta kami untuk menyampaikan hal itu.”

Dr Sergio Alfieri juga mengatakan, ancaman terbesar yang dihadapi Paus Fransiskus adalah beberapa kuman yang saat ini berada di sistem pernapasan, bisa masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan sepsis.

Sepsis sendiri dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

“Sepsis, dengan masalah pernapasan dan usianya, akan sangat sulit untuk sembuh,” ujar Alfieri dalam konferensi pers hari Jumat di Gemelli.

 

Vatikan menyangkal rumor

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved