Konflik Palestina dan Israel
Donald Trump Ancam Hamas: Jika Sandera Tidak Dibebaskan, Kalian MATI!
"Juga, kepada Rakyat Gaza: Masa depan yang indah menanti, tetapi tidak jika kalian menyandera. Jika kalian melakukannya, kalian MATI!"
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Agus Ramadhan
Trump Keluarkan Ancaman Untuk Hamas: "Jika Sandera Tidak Dibebaskan, Kalian MATI!"
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras kepada Hamas terkait para sandera yang ditawan di Gaza.
Dilansir dari BBC News (6/3/2025), dalam sebuah unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa jika Hamas tidak segera membebaskan para sandera, "semua anggota Hamas tidak akan aman."
"Saya akan mengirimkan semua yang dibutuhkan Israel untuk menyelesaikan tugasnya. Tidak ada satu pun anggota Hamas yang akan aman jika Anda tidak mengikuti perintah saya," tegas Trump dalam pernyataannya, yang disertai dengan ancaman lebih lanjut kepada kelompok teroris tersebut.
Peringatan tersebut dikeluarkan hanya beberapa jam setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berupaya melakukan pembicaraan langsung dengan Hamas mengenai pembebasan sandera-sandera yang masih ditahan.
Ini merupakan langkah yang sangat jarang dilakukan oleh Amerika Serikat, mengingat kebijakan lama negara tersebut yang melarang kontak langsung dengan organisasi yang dianggap teroris.
Trump mengungkapkan ancaman yang lebih tegas dalam unggahannya,
"Bebaskan semua sandera sekarang, jangan nanti, dan segera kembalikan semua mayat orang-orang yang kalian bunuh, atau semuanya BERAKHIR bagi kalian. Untuk para pemimpin, sekaranglah saatnya meninggalkan Gaza, selama kalian masih memiliki kesempatan."
Trump juga menambahkan ancaman yang lebih kejam untuk warga Gaza, "Juga, kepada Rakyat Gaza: Masa depan yang indah menanti, tetapi tidak jika kalian menyandera. Jika kalian melakukannya, kalian MATI!"
Hamas Tanggapi Ancaman Trump
Sementara itu, Hamas merespons keras pernyataan Trump. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS tersebut akan membuat penyelesaian perjanjian gencatan senjata menjadi lebih sulit.
Qassem juga mengklaim bahwa pernyataan tersebut mendorong Israel untuk menghindari melaksanakan ketentuan dalam gencatan senjata yang berlaku antara kedua belah pihak.
Ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Hamas. Pada Desember 2024, ia juga pernah mengatakan bahwa jika para sandera tidak dibebaskan, akan terjadi "bencana besar" bagi Hamas.
Postingan tersebut juga muncul setelah Trump bertemu dengan sejumlah sandera yang baru saja dibebaskan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Gedung Putih Lakukan Pembicaraan dengan Hamas
Meskipun Amerika Serikat secara tradisional menghindari keterlibatan langsung dengan kelompok yang terdaftar sebagai organisasi teroris, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Hamas telah berlangsung.
Trump telah mengonfirmasi bahwa upaya diplomatik ini dilakukan untuk mencoba mengamankan pembebasan sandera-sandera AS yang ditahan oleh kelompok tersebut.
| Pemukim Israel Masuk Al-Aqsa Dikawal IOF, Ketegangan Meluas hingga Yerusalem dan Tepi Barat |
|
|---|
| Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza-Mesir Akhirnya Dibuka, Tapi Ada Syaratnya |
|
|---|
| Hamas Ingin Tetap Kuasai Keamanan Gaza, Tak Bisa Janjikan Pelucutan Senjata |
|
|---|
| Pengakuan Jurnalis Palestina, Saleh Aljafarawi Sebelum Gugur di Gaza: Saya Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Pengakuan Aktivis GSF Gaza: Disiksa di Sel Israel sebelum Akhirnya Dideportasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-memberi-isyarat.jpg)